Mayoritas Warga Jogja Salat Id di Rumah

Suasana lengang di Alun-alun Selatan dan Alun-alun Utara pada hari pertama Idulfitri 1441 H, Minggu (24/5 - 2020).
24 Mei 2020 09:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Mayoritas warga Jogja mematuhi anjuran pemerintah dengan menunaikan Salat Idulfitri 1441 Hijriah di rumah.

Beberapa lokasi yang menjadi tempat favorit pelaksanaan Salat Id tampak lengang. Di Alun-Alun Utara, spanduk pemberitahuan ditiadakannya Salat Id berjemaah telah dipasang sejak beberapa hari lalu. Tidak ada penyelenggaraan Salat Id di lokasi tersebut. Alun-Alun pun sepi.

Kondisi yang tidak jauh beda juga terjadi di Alun-Alun Selatan. Pengendara hanya melintas sesekali, sisanya hanya satu dua orang pesepeda atau pengunjung yang berolahraga.

Sementara, beberapa lokasi masih menyelenggarakan Salat Id berjemaah, misalnya di Masjid Jogokariyan yang terletak di Kecamatan Mantrijeron, juga Masjid Dipowinatan yang terletak di Kecamatan Mergangsan. Jemaah mengenakan masker dan menenteng sajadah masing-masing, sebagai bentuk pelaksanaan protokol kesehatan.

Ketua Tim Operasi Wastibum Covid-19, Ibnu Muhammad, mengatakan beberapa lokasi di Jogja masih mengadakan Salat Id berjemaah. “Petugas Satpol PP menunggu lalu memberi imbauan dan memastikan protokol kesehatan diterapkan, pulangnya jaga jarak,” ujarnya.

Lokasi-lokasi yang biasanya menyelenggarakan Salat Id berjemaah, seperti Stadion Kridosono, Stadion Mandala Krida, Halaman Balai Kota Jogja, dan berbagai wilayah lainnya memang tidak mengadakan salat Id berjemaah tahun ini.

Kepala Kemenag Jogja Nur Abadi mengatakan lokasi Salat Id berjemaah di Jogja hanya 10 titik.

Menurut Nur, bila tidak ada pandemi, semua tanah lapang dan banyak masjid digunakan untuk salat Id berjemaah. “Bisa lebih 45 titik salat Id berjemaah kalau kondisi normal,” ujarnya.

Nur mengatakan penyelenggara Salat Id harus memenuhi protokol kesehatan.

Salah satu warga yang menunaikan Salat Id di rumah adalah Devananta Rafiq. Ia yang tinggal di wilayah Kecamatan Gondokusuman memilih mendirikan Salat Id di rumah demi keamanan dan mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Yang dihindari kan kerumunan orang, kalau terpaksa berjemaah ya paling tidak di pecah kelompoknya, tidak sampai 30 orang salat berjemaah,” ujarnya.