Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Ilustrasi ubur-ubur/Harian Jogja
Harianjogja.com, TANJUNGSARI–Pengunjung dikawasan pantai diminta mewaspadai ancaman sengatan dari ubur-ubur. Pasalnya, keberedaan hewan-hewan ini di lokasi pantai diprediksi sampai Agustus mendatang.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, ancaman sengatan ubur-ubur atau impes sebutan bagi warga lokal masih sangat mungkin. Hal ini dikarenakan, keberadaannya masih ada di sekitar pantai sehingga bisa menyerang pengunjung kapan saja.
“Harus tetap hati-hati,” kata Marjono, Rabu (1/7/2020).
BACA JUGA : Ubur-Ubur Menghilang, Serangan Harus Tetap Diwaspadai
Menurut dia, serangan ubur-ubur merupakan hal yang terjadi di setiap tahunnya. Marjono memprediksi keberadan hewan ini di sekitar pantai hingga Agustus mendatang. Meski demikian, lanjut dia, keberadaannya juga bergantung dengan cuaca, apabila kondisi laut sudah tidak dingin, maka kawanan ubur-ubur akan menghilang dari pantai.
“Ini musiman. Tapi, pengunjung harus tetap waspada terhadap sengatannya,” ujarnya.
BACA JUGA : Ratusan Wisatawan di Pantai Selatan Disengat Ubur-Ubur
Marjono mengungkapkan, sejak uji coba pembukaan pantai dilakukan pada Rabu (24/6) hingga sekarang sudah ada ratusan pengunjung yang tersengat.
“Khusus hari ini [kemarin] di Pantai Kukup ada 20 pengunjung yang terserang ubur-ubur, tapi kondisinya dapat ditangani dengan baik oleh petugas,” katanya.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto menambahkan, efek dari serangan ubur-ubur bervariasi dan sangat bergantung dengan kondisi tubuh korban. Umumnya, sengatan menyebabkan gatal-gatal atau luka seperti terbakar di area yang tersengat, namun di kasus tertentu ada yang sampai sesak napas hingga pingsan.
“Sempat ada dua korban yang dibawa ke puskesmas karena mengalami sesak napas setelah disengat ubur-ubur, tapi secara umum korban dapat terselamatkan,” katanya.
Suris menuturkan, berdasarkan kasus yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, mayoritas korban adalah anak-anak. Hal ini tidak lepas dari bentuk ubur-ubur terlihat menarik. Selain berbentuk tranparan dengan gelembung, juga memilik rumbai berwarna kebiru-biruan.
“Bentuknya unik sehingga menarik perhatian,” katanya.
Meski demikian, sambung dia, dibalik bentuknya yang unik ini terdapat ancaman bagi setiap orang yang menyentuhnya. “Siapa menyentuh akan tersengat, jadi jangan sekali-kali menyentuhnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Ukuran sepatu yang sama belum tentu terasa pas. Simak faktor yang membuat ukuran sepatu berbeda meski angka pada label serupa.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.