Zona Kuning Boleh Buka Pembelajaran Tatap Muka, Ini Kata Disdik Kota Jogja

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, memantau guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri 9 Jogja melaksanakan pembelajaran jarak jauh, Senin (3/8/2020).-Harian Jogja - Lugas Subarkah
10 Agustus 2020 09:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim resmi menyebutkan sekolah pada zona kuning dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Meski demikian tidak semua wilayah tampaknya siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Kepala Disdik Kota Jogja, Budi Asrori masih mempertimbangkan keselamatan anak, guru dan warga sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Pihaknya masih berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja terkait mungkin tidaknya Kota Jogja menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

"Yang jelas pada prinsipnya kami mengutamakan keselamatan warga sekolah kalau masuk ternyata ada risiko yang terlalu tinggi," ujar Budi, Minggu (9/8/2020).

BACA JUGA : DIY Bakal Buka Kembali Belajar Tatap Muka, Ini Kata Sultan

Pihaknya menegaskan hingga saat ini belum mengeluarkan keputusan untuk belajar tatap muka. Dia menjelaskan bahwa Kota Jogja masih melakukan belajar daring saat ini.

Kendati demikian Budi menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan protokol kesehatan bila sekolah harus dibuka. Bila positif harus dilakukan belajar tatap muka, pihaknya akan mewajibkan penggunaan masker, mengatur jam pelajaran, termasuk jumlah siswa yang masuk.

"Kami belum memutuskan kapan masuk secara normal," jelasnya.

Dijelaskan Budi saat ini sekolah tengah dilengkapi sarana dan prasarana agar mengikuti protokol kesehatan.

BACA JUGA : Begini Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah yang Akan 

"Termasuk saya kira kalau masuk lagi enggak mungkin masuk 50 persen, [kemungkinan] kurang dari 50 persen," ujarnya.

Budi mengatakan pihaknya tidak mematok target waktu tertentu untuk bisa membuka sekolah. Dia berpedoman pada kondisi perkembangan kasus Covid-19 yang ada di Kota Jogja. "Tergantung perkembangan pandemi itu sendiri," ungkapnya.

Arahan disampaikan Nadiem tidak langsung serta merta dapat dilakukan di tingkat daerah meski zona wilayahnya masuk dalam kategori kuning. Menurut Budi arahan tersebut bukan kewajiban, terkait harus ada izin dari orang tua juga bila ingin melakukan pembelajaran tatap muka.

 "Harus izin orang tua, risikonya ditanggung siapa nanti kalau terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,"ucapnya.