Tagihan Pelanggan PDAM Sleman Ada yang Naik 6 Kali Lipat, Ini Penyebabnya..

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
21 Agustus 2020 09:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman menyatakan jika kenaikan biaya tagihan air yang diderita sejumlah pelanggannya dikarenakan sejumlah hal. Salah satunya, adalah kebocoran yang terjadi di jaringan pipa milik PDAM Tirta Sembada.

Direktur PDAM Tirta Sembada Sleman Dwi Nurwata mengatakan ada sebanyak tiga hal yang menjadi faktor naiknya tagihan yang diderita sejumlah pelanggan. Tiga hal tersebut diduga menjadi faktor yang membuat tagihan air menjadi naik.

"Ada tiga hal yang menjadi penyebab naiknya tagihan air yang dialami oleh pelanggan kami. Diantaranya, kebocoran, pemakaian yang lebih dan kerusakan stand meter. Ya antara tiga faktor tersebut," ungkap Dwi Nurwata, Kamis (19/8/2020).

BACA JUGA : Pelanggan PDAM Sleman Didiskon 50%, Begini

Kebocoran masih menjadi momok PDAM Tirta Sembada terkait dengan faktor naiknya tagihan yang dialami oleh sejumlah pelanggan. Letak jaringan pipa yang tertanam di dalam tanah membuat pihaknya bersikeras menemukan letak persis dimana kebocoran terjadi.

"Terkadang hal ini yang tidak diketahui karena letak saluran yang tertanam. Ya memang yang paling susah diketahui itu kalau ada kebocoran jika tidak di cek tekanan oleh petugas. Apalagi bocor itu tidak selalu ke atas, bisa jadi ke bawah," ungkap Dwi.

Faktor selain kebocoran adalah terjadinya malfungsi alat stand meter yang dipasang di tiap rumah konsumen. Kerusakan yang terjadi terhadap stand meter juga mengakibatkan kesalahan terhadap pencatatan penggunaan air.

"Tentunya kalau ada malfungsi stand meter perlu adanya laporan bila ada kenaikan secara mendadak. Nanti petugas akan melakukan pengecekan, alat stand meter itu juga bisa rusak, misal tersenggol oleh anak kecil," tegasnya.

BACA JUGA : Kasus Corona di Sleman Kini Melonjak Jadi 33, Pasien Baru 

Lebih lanjut, pemakaian secara berlebihan juga menjadi faktor nyata tingginya tagihan air yang dialami oleh pelanggan PDAM Tirta Sembada Sleman. Masyarakat yang melakukan kegiatan lebih banyak di rumah selama pandemi Covid-19 membuat penggunaan air juga meningkat.

"Tarif tagihan air itu juga mengikuti meteran yang terpasang di setiap pelanggan. Karena terbiasa menggunakan tinggi, terus karena pandemi ini terasanya [seolah-olah] naik," terangnya.

Sejumlah konsumen PDAM Sleman mengeluhkan naiknya biaya tagihan air selama masa pandemi Covid-19. Beberapa keluhan dari para pengguna itu menyebutkan jika kenaikan terjadi hingga 6 kali lipat dibandingkan pembayaran sebelumnya.

Terkait dengan laporan mengenai naiknya tagihan air, PDAM Tirta Sembada Sleman sudah mempunyai standar operasional prosedur (SOP). Konsumen melakukan laporan kemudian petugas akan melakukan pengecekan ke lapangan.

"SOP sudah kami sediakan, masyarakat bisa melaporkan ke kami jika memang ada kejanggalan yang dirasakan," ucapnya.

Salah salah satu pelapor di laman instagram PDAM Tirta Sembada Sleman Dien Nisa Andriyani mengaku sudah mendapatkan penanganan dari petugas lapangan terkait dengan tingginya tagihan air yang dideritanya.

BACA JUGA : Khusus Warga Jogja Tarif PDAM Naik Mulai 1 Januari, Ini

"Padahal per bulan bulannya enggak sampai Rp100 ribu. Lha kemarin itu sampai Rp670.000. Namun, sekarang sudah diperiksa, dan ternyata ada kebocoran. Pantesan kemarin naik sampai enam kali lipat," ujarnya.

Dien meminta agar kedepan pihak PDAM Sleman lebih responsif terhadap setia keluhan dari konsumen. Pasalnya, konsumen cenderung dirugikan ketika tagihan air seketika meningkat.

"Jangan sampai pelanggan harus lapor pihak lain terlebih dahulu baru ditangani serius. Harus lebih responsif dan serius dalam menangani keluhan pelanggan yang sedang terjadi. " katanya.