Belum New Normal, Malioboro Sudah Diserbu Pelancong Luar Daerah

Suasana di Jalan Malioboro pada Minggu sore, (23/8/2020) tampak ramai. - Harian Jogja/ Hery Setiawan
23 Agustus 2020 22:17 WIB Hery Setiawan (ST 18) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Kawasan Malioboro terpantau ramai pengunjung pada puncak libur panjang Tahun Baru Islam 1442 Hijriah. Tak hanya warga lokal saja, pengujung luar daerah pun juga banyak yang datang.

Salah satunya adalah Vi, 45. Ia datang bersama dengan keluarganya untuk liburan. Sebelum bertandang ke Malioboro, ia menyempatkan waktu berkunjung ke Kawasan Merapi serta mencicipi sejumlah destinasi kuliner.

Menurutnya, suasana Malioboro sangat ramai. Jauh berbeda dengan tempat tinggalnya di Semarang. Di sana, katanya, begitu sepi. Mall saja, kendati sudah buka belum banyak didatangi pembeli.

Baca juga: Warga Jogja Akhirnya Terima Bansos Tahap Dua

“Ramai banget. Beda dengan tempat saya di Semarang. Mall aja belum banyak pengunjung,” katanya saat ditemui Harianjogja.com, Minggu, (23/8/2020).

Kondisi di tempat tinggalnya membuat Vi bosan. Vi berserta keluarga pun memutuskan untuk berlibur sembari bernostalgia ke kawasan yang sudah 25 tahun tidak ia kunjungi itu.

Ia mengaku tak khawatir dengan keramaian yang tercipta di Malioboro saat itu. Apabila seorang pengunjung telah memakai masker dan mematuhi perintah petugas pengawas, buatnya itu sudah cukup.

Menurut pantauan Harianjogja.com, suasana Malioboro pada Minggu sore, (23/8/2020) terbilang ramai. Baik di sisi barat maupun timur, keduanya sama-sama diisi oleh banyak pengunjung.

Baca juga: Membeludak! Pengunjung Malioboro Dua Kali Lipat dari Pekan Sebelumnya

Kondisi tersebut ikut menghadirkan berkah bagi pemilik usaha maupun pengayuh becak. Peningkatan jumlah pengunjung tak ingin mereka sia-siakan untuk mendulang penghasilan.

Seperti dialami Sabron Jamil, 50, seorang pengayuh becak di Malioboro. Berkat libur panjang, ia mengaku penghasilannya meningkat cukup lumayan. Baru saja keluar rumah pukul 15.00 WIB, ia sudah dua kali mengangkut penumpang. Uang sebesar Rp50.000 sudah berhasil diperolehnya. Belum lagi jika ditambah dengan hari-hari sebelumnya. Apabila dihitung, katanya angkanya lebih besar jika dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.

Senada dengan Vi, Sabron, sapaan akrabnya sama sekali tak mengkhawatirkan keramaian yang terjadi di Malioboro. Asalkan sudah mengenakan masker dan jaga jarak, buatnya itu sudah cukup untuk melindungi dirinya dari penyebaran virus Covid - 19.

“Tapi ya harus tetep hati-hati. Kita gak tahu kan kalau orangnya ternyata dari zona merah,” katanya.

Ia menambahkan, untuk sekarang Malioboro tak ada bedanya dengan hari-hari sebelum pandemi Covid - 19 melanda. Utamanya, saat hari Sabtu dan Minggu tiba. Kawasan Malioboro tetap saja kedatangan pengunjung yang tak sedikit.

Terpisah, Komandan Regu Jogoboro, Jiyono menyebut kunjungan selama libur panjang ini terbilang luar biasa. Penjagaan yang terbagi dalam lima zona masih dan akan terus dilakukan. Hal tersebut berguna untuk memastikan keamanan, kenyamanan dan kesehatan para pengunjung.

Selama libur panjang ini, katanya pengunjung didominasi dari luar wilayah DIY. Seperti Solo, Semarang, Bandung, Bogor dan kota lainnya. Saat awal masa liburan, mereka lebih banyak yang datang menggunakan kendaraan pribadi. Sementara jelang akhir liburan, beberapa bus besar juga turut merapat ke Kawasan Malioboro.

“Kalau yang kendaraan pribadi itu kemarin banyak sekali. Tadi ada delapan bus. Terus tadi nambah tiga. Jadi totalnya ada 11 bus yang parkir di Abu Bakar Ali. Puncaknya hari ini,” katanya.

Para petugas akan terus mengingatkan kepada sejumlah pengunjung terkait penggunaan masker yang belum sesuai. Termasuk mencatat data para pengunjung.

Jika mengacu prosedur yang diterapkan Jogoboro, hanya ada dua pintu masuk Malioboro, yakni di kedua ujung Jalan Malioboro. Di sisi barat hanya untuk pengunjung yang melintas ke arah utara. Sementara di sisi timur diperuntukan untuk pengunjung yang masuk ke arah selatan.

Hanya saja, masih banyak pengunjung yang ngeyel. Masih ada saja yang melintas melawan arah. Sehingga keramaian tampak sedikit tak tertata.