Damar Tejo & Apoteker Tejo Digunakan untuk Cegah Penyebaran Covid-19 di Puskesmas Ini

Sejumlah petugas Puskesmas Tegalrejo yang sedang memberikan pelayanan kepada pengunjung. - ist/Pemkot.
14 September 2020 06:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Berbagai cara dilakukan oleh sejumlah instansi dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona. Di Puskemas Tegalrejo Kota Jogja misalnya memiliki dua program dengan nama unik yaitu Apoteker Tejo dan Damar Tejo. Istilah keduanya merupakan akronim dari sejumlah syarat penerapan protokol kesehatan.

Salah satu apoteker di Puskesmas Tegalrejo Kota Jogja Zahriyah Inayati  mengatakan istilah Apoteker Tejo adalah singkatan dari beberapa langkah protokol kesehatan yang telah ditentukan. Di mana sejumlah langkah itu wajib dijalankan untuk masyarakat yang akan berkunjung ke Puskesmas Tegalrejo.

BACA JUGA : Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19, Puskesmas Depok I

“Apoteker Tejo adalah singkatan dari beberapa langkah protokol kesehatan yang telah ditentukan. Mulai dari anda harus memakai masker, pengantar wajib menunggu diluar, ojo lali cuci tangan [jangan lupa cuci tangan], tanya keluhan oleh petugas, eling jaga jarak [selalu ingat jaga jarak], kalau tidak mendesak jangan ke puskesmas, enggak mudah percaya berita hoaks tentang covid-19, dan rasah metu metu nek ora perlu [jangan keluar jika tidak ada keperluan]," ujar Zahriyah Inayati.

Dari beberapa protokol kesehatan wajib tersebut, lanjutnya, pihaknya mengambil huruf depannya yang akhirnya disingkat menjadi Apoteker Tejo. “Langkah ini sebagai upaya untuk mencegah adanya penularan Covid-19 baik dari pemeriksa ataupun terhadap yang diperiksa. Dengan kata lain, pasien tetap bisa dengan aman dan nyaman saat harus menjalani pemeriksaan di layanan Puskesmas” jelasnya.

Selain Apoteker Tejo, Puskesemas Tegalrejo juga mempunyai inovasi guna meminimalkan kontak antar pasien dengan petugas pendaftaran yang mereka namakan Damar Tejo  yang merupakan akronim dari Pendaftaran Mandiri Tegalrejo.

BACA JUGA : Sudah Tiga Puskesmas di Bantul yang Ditutup Pekan Ini

Menurutnya, Damar Tejo ini diluncurkan untuk memberikan jawaban atas upaya menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan meminimalkan kontak, diharapkan Damar Tejo ini bisa mengurangi resiko penularan Covid-19.

“Damar tejo memungkinkan pasien untuk bisa mendaftar sendiri ke klinik yang pasien inginkan. Dengan mendaftar mandiri, pasien tidak perlu lagi untuk menunggu antrian pendaftaran dan bisa langsung mendapatkan nomor antrian klinik,” katanya.

Pasien, lanjut Inayati, hanya perlu untuk memindai QR code atau barcode yang telah ditempelkan di KIS pasien. Setelah dipindai dan data pasien muncul, pasien memilih klinik yang dituju.

BACA JUGA : Puskesmas di Bantul yang Ditutup karena Covid-19 Terus

"Pasien mengambil nomor antrean klinik dan menuju loket satu atau loket dua untuk melakukan validasi pembayaran. Jika KIS pasien belum ditempel QR Code atau Barcode, pasien dapat meminta kepada petugas pendaftaran untuk menempel QR Code," ucapnya.