Dinsos DIY Dorong Pemulihan Aktivitas Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial DIY, Agus Setyanto, menerima audiensi dari Harian Jogja, Selasa (15/9/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
16 September 2020 03:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pandemi Covid-19 berdampak sangat besar bagi masyarakat baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Setelah enam bulan berjalan sejak pertama kali kasus covid-19 ditemukan di DIY, kini Pemda DIY fokus pada pemulihan ekonomi masyarakat.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial DIY, Agus Setyanto, menjelaskan saat ini masyarakat tengah memasuki fase adaptasi kebiasaan baru. "Saat ini masyarakat memulai tahapan baru dengan new normal," ujarnya, dalam audiensi Harian Jogja di Kantor Dinsos, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: Hasil Survei BPS Sebut Dunia Usaha Beradaptasi saat Pandemi

Karena telah berganti fase, maka penanganan yang dilakukan Dinsos DIY pun juga menyesuaikan. Di awal pandemi covid-19, Donsos DIY lebih fokus pada penyediaan jaring pengaman sosial berupa bantuan langsung kepada masyarakat paling terdampak.

Saat ini, fokus penanganan dialihkan bukan lagi pada bantuan langsung melainkan pada pemulihan ekonomi dengan tetap menjaga protokol kesehatan agar tidak timbul penambahan kasus positif yang akan membuat masalah baru.

Baca juga: Pedagang Beringharjo yang Positif Corona Dikabarkan Sempat Mengeluh Banyak Hajatan

Untuk itu pihaknya mendorong masyarakat untuk kembali menggerakkan aktivitas ekonominya masing-masing. "Tapi tetap dengan protokol kesehatan, memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak," ungkapnya.

Untuk itu pihaknya melibatkan beberapa pihak yang menjadi pilar masyarakat dalam mensosialisasikan adaptasi kebiasaan baru ini, diantaranya dari Penyuluh Sosial Masyarakat, Karang Taruna, Tagana dan lainnya.

Peminpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihatmoko, mengatakan dalam adaptasi kebiasaan baru, masyarakat harus benar-benar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan khususnya di tempat umum. "Protokol kesehatan harus selalu dijaga," ungkapnya.