FKY Hari Ini: Ada Talkshow soal Potensi Usaha Perkebunan Teh di Bumi Menoreh

Konferensi Pers kegiatan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2020 dengan judul Akar Hening di Tengah Bising di kompleks Disbud DIY, Senin (7/9/2020). - Harian Jogja/Hafid Yudi Suprobo
22 September 2020 16:07 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Agenda kesenian Jogja, Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) resmi dibuka Senin (21/9/2020). Sederet agenda tersaji sampai Sabtu (26/9/2020) mendatang.

Jadwal kesenian pada hari ini Selasa (22/9/2020) sudah dimulai sejak pagi tadi pukul 06.00 WIB dengan acara Sayembara Ketoprak Tobong 'Kelana Bhakti Budaya' yang disiarkan oleh radio Retjo Buntung.

Dikutip dari Twitter Festival Kebudayaan Yogyakarta @infoFKY, ada kegiatan menarik yang ada di FKY sore hingga malam nanti.

Pada pukul 16.00 WIB-16.30 WIB, terdapat acara Radio FKY: Ngobrol bareng Bakudapan Food Study Group. Ada pula Pemutaran Film Anak bersama Bioscil "Dunia Laut" pada pukul 17.00 WIB-17.30 WIB.

Kemudian dilanjut Talkshow "Potensi Usaha Perkebunan Teh" Kabupaten Kulonprogo pada pukul 19.30 WIB-20.00 WIB.

Sebelumnya diberitakan bahwa, di tengah pandemi Covid-19, FKY kembali digelar dengan format berbeda dari biasanya. Mengusung tema Mulaniro 2, Akar Hening Ditengah Bising, FKY 2020 berlangsung di Museum Sonobudoyo selama enam hari, Senin sampai Sabtu (21-26/9/2020).

Ketua Umum FKY 2020, Paksi Raras Alit, menjelaskan dalam gelaran kali ini FKY menghadirkan 33 seniman, diantaranya Sugeng Oetomo, Bioscil, The Freak Show Man, Wok The Rock, Timoteus Anggawan Kusno dan Handiwirman Saputra. “Dengan menampilkan ragam medium seperti lukisan, patung, instalasi, fotografi, audio visual dan lainya,” ujarnya, Senin (21/9/2020).

FKY kali ini juga menggelar Sayembara Ketoprak oleh Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya dengan judul ‘Sumilaking Pedhut’. Disiarkan pula DocuSeries seputar Ketoprak Tobong dengan cerita di balik pembuatan dan proses adaptif dalam alih media dari pertunjukan ketoprak ke sandiwara radio.

Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, FKY berlangsung dengan format berbeda, yakni hanya bisa dikunjungi langsung secara terbatas dan kunjungan virtual. Durasi pameran juga lebih singkat dari biasanya, yakni pukul 10.00-18.00 WIB.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menuturkan dengan tema Mulanira, Akar Hening di Tengah Bising, FKY mencoba meneropong masa depan dengan berpijak pada masa kini, seraya menengok masa silam. “Masa lalu sebagai kenangan dan pembelajaran, masa depan adalah harapan dan misteri,” ujarnya.

Sumber : Twitter