50.000 UMKM di Bantul Diusulkan Peroleh BLT Rp2,4 Juta

Ilustrasi uang. - Bisnis/ Paulus Tandi Bone
23 September 2020 07:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul telah mengusulkan sebanyak 50.000 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro (BPUM). Hingga kini Pemkab belum tahu berapa UMKM yang disetujui mendapat bantuan langsung tunai (BLT) Rp2,4 juta tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (KUKMP) Bantul, Agus Sulistiyana mengatakan usulan bantuan langsung tunai UMKM itu sudah ditutup sejak sepekan lalu.  Jumlah UMKM calon penerima bantuan itu diakuinya sudah cukup banyak karena kuota yang disediakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah itu hanya 12 juta UMKM untuk semua kabupaten dan kota.

BACA JUGA : UMKM Jogja Pemohon Bantuan Rp2,4 Juta Sudah Ribuan

Dengan kuota tersebut jika masing-masing kabupaten dan kota sebanyak 512 mengajukan sekitar 20.000an UMKM maka sudah hampir mencukupi kuota.  "Sementara kami mengusulkan sudah lebih dari 50.000 UMKM," kata Agus, saat dihubungi Selasa (22/9/2020).

Ia belum mengetahui jika ada informasi tambahan kuota.  Pihaknya masih menunggu sampai proses pencairan di akhir September ini.  Agus berharap semua UMKM yang diusulkan dari Bantul terverifikasi semua karena bantuan tersebut dapat membantu UMKM di tengah pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 ini.

Dinas KUKMP Bantul juga siap mengusulkan kembali jika ada tambahan kuota dari Pemerintah Pusat. "Kami masih menunggu informasi dari pusat dan provinsi kalau ada tambahan kuota baru kami buka pendaftaran online lagi.  Kami khawatir jika kirim terlalu banyak kemudian di tengah jalan kuota sudah terpenuhi kan kasihan masyarakat," ungkap Agus.

BACA JUGA : Pemkab Magelang Siapkan Rp14 M untuk Bantu Usaha Kecil

Selain mengandalkan Pemerintah Pusat untuk membantu UMKM, Dinas KUKM Bantul juga tengah mengupayakan memberikan bantuan stimulus untuk koperasi yang terdampak Covid-19. Bantuan akan diupayakan melalui APBD Perubahan 2020 ini.

Pihaknya sudah menghitung ada sekitar 23 koperasi produksi yang perlu mendapat bantuan agar koperasi tersebut usahanya tetap jalan.  "Bentuk bantuannya nanti hibah pada koperasi," kata Agus. 

Namun mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Bantul ini belum bisa menyebutkan berapa nilai bantuan untuk koperasi tersebut dengan alasan APBD Perubahan belum disahkan.

BACA JUGA : 49.000 Pelaku UMKM Bantul Diusulkan Memperoleh Bantuan

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Heru Sudibyo mengatakan bantuan stimulus untuk koperasi sebagai program perisainya Dinas KUKMP sebenarnya sudah dianggarkan di APBD Murni 2020, namun terkena pemangkasan anggaran untuk penanganan Covid-19. Kemudian diusulkan kembali di APBD Perubahan.