Ada Pandemi, Puskesmas Godean 1 Sesuaikan Metode Pelayanan

Kepala Puskesmas Godean 1 Cholis Nur Mutaslimah - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
24 September 2020 20:12 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Menjadi garda terdepan terciptanya kesehatan masyarakat membuat puskesmas berperan penting di tengah pandemi. Tak hanya menjalankan pelayanan kesehatan bagi perorangan di puskesmas, namun juga penyuluhan ke masyarakat.

Begitu pula yang dilakukan oleh puskesmas di bawah struktur Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Di Puskesmas Godean 1, pelayanan terus dijalankan meskipun ada pandemi, dengan mengedepankan protokol pencegahan Covid-19.

Kepala Puskesmas Godean 1 Cholis Noor Mutaslimah menerangkan puskesmas menjalankan dua pelayanan utama, pelayanan upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perorangan (UKP). Untuk menjalankan UKM, pihaknya tak henti melakukan penyuluhan kepada masyarakat, entah itu melalui pembagian masker atau promosi kesehatan melalui media sosial. "Kami sampaikan untuk masyarakat selalu menjalankan cuci tangan, jaga jarak, dan gunakan masker atau Cita Mas Jajar," kata Cholis ketika ditemui Harian Jogja pada Kamis (24/9/2020).

Ia menambahkan, sebenarnya sejak sebelum pandemi ia telah mengkampanyekan penguatan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan slogan 'Dacita Pucita' yaitu datang cuci tangan, pulang cuci tangan. "Kami ingin tekankan bahwa puskemas ini area yang penuh risiko karena tempatnya orang sakit, jadi perlu selalu menjaga kebersihan saat datang dan pulang dari puskesmas," jelasnya.

Sementara itu, untuk pelayanan UKP di masa pandemi ini, Puskesmas Godean 1 menambah unit baru yaitu Poli ISPA. Melalui poli ini, semua pasien yang memiliki gejala batuk, demam, flu, atau yang terindikasi Covid-19, akan diarahkan untuk dilayani di poli tersebut.

"Sebelumnya, di pintu masuk kami ada upaya pemilahan pasien dengan triase. Begitu datang pasti dicek suhu, ditanya gejalanya, supaya diarahkan untuk masuk ke poli apa. Ini upaya skrining kami supaya pasien tidak tercampur," imbuhnya.

Selama ini, Puskesmas Godean 1 selalu memastikan seluruh tenaga medis dan karyawan kesehatan untuk senantiasa menaati upaya pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI). Seluruh petugas harus mengenakan alat pelindung diri (APD) dengan benar sesuai levelnya serta melaporkan setiap gejala yang dialami.

"Kondisi saat ini membuat kami harus ingatkan supaya semua petugas selalu menyampaikan jika dia ada gejala, sebab kita tidak pernah tahu yang kita kontak siapa," ujar Cholis. Kendati demikian, ia bersyukur sejauh ini petugas di puskesmas ini sehat dan selalu prima menjalankan tugas pelayanan.

Cholis mengakui pandemi ini membuat kunjungan ke puskesmas sempat menurun. Namun, ia tak mempermasalahkannya sebab jawatannya mengutamakan keselamatan seluruh pihak. Menurutnya, orang-orang yang datang ke puskesmas saat ini justru mereka yang benar-benar sakit dan tidak lagi beramai-ramai sebelum pandemi.

"Memang jadi ada perubahan. Seperti pertemuan kader yang harus kami jadwalkan dua shift supaya bisa jaga jarak. Selain itu, untuk pemantauan ibu hamil, lansia, dan calon pengantin kita juga pakai grup WhatsApp," kata dia.

Cholis memastikan pihaknya akan tetap mencari cara supaya program pelayanan di puskesmas tetap berjalan, meski harus diadaptasi tidak seperti dulu untuk meminimalisasi risiko.

Selain itu, untuk pemantauan masyarakat di tengah pandemi ini, Puskesmas Godean 1 juga berkoordinasi dengan lintas sektor dan gugus tugas di kecamatan hingga dusun. Dalam setiap kesempatan baik rapat maupun pertemuan dengan lintas sektor, puskesmas akan selalu menyampaikan arahan Dinas Kesehatan Sleman terkait penerapan protokol kesehatan.

Sehingga, lanjut Cholis, seluruh pihak dapat memahami bagaimana upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 ini dan saling bahu membahu. "Kami yakin tidak bisa bergerak sendiri, sehingga komunikasi dan koordinasi dengan gugus tugas dan lintas sektor sangat penting supaya kita semua bisa memutus rantai penularan virus," ujarnya.