Pengemudi Jip Merapi Jalani Sertifikasi untuk Kenyamanan Pengunjung

Petugas melakukan pengecekan jip Merapi dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi pengemudi jip. - Ist/BNSP.
07 Oktober 2020 22:50 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) terus melakukan sertifikasi profesi yang saat ini mulai menyasar kalangan pengemudi kendaraan di tempat wisata. Salah satunya yang disasar adalah kawasan wisata lereng Merapi, sebanyak 60 sopir Jip Lava Tour menjalani Program Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK).

Pelaksanaan sertifikasi bagi sopir jip ini sebagai upaya memberikan rasa aman bagi pengunjung. Karena jika pengemudi telah mengantongi sertifikat kompetensi maka bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan standar. Sertifikasi itu dilakukan di Kompleks Museum Gunung Api Merapi Jalan Kaliurang KM 22,5, Banteng Hargobinangun Pakem Sleman yang dihadiri petugas BNSP.

BACA JUGA : Cerita di Balik Jatuhnya Penumpang Jip Lava Tour Merapi

Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Transportasi Global Indonesia Djajadi Surahman menjelaskan uji sertifikasi kompetensi ini diikuti 60 pengemudi jip wisata Merapi yang terbagi dalam tiga tahapan. Antara lain pada Selasa (6/10/2020), Rabu (7/10/2020) dan Kamis (8/10/2020) yang setiap harinya diikuti 20 orang sopir. PSKK ini sejalan dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 171 Tahun 2019 tentang Pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia untuk Kategori Transportasi dan Pergudangan Golongan Pokok Angkutan Darat.

“Untuk menguji kompetensi para pengemudi jip di lereng Merapi ini kerja sama dengan LSP Otomotif Indonesia. Saat ini baru 60, ke depan akan dilakukan sertifikasi kepada semua pengemudi,” ungkapnya Rabu (7/10/2020).

Ia menilai sertifikasi bagi pengemudi jip Merapi sangat penting mengingat kawasan tersebut banyak dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Sehingga pengemudi jip yang memberikan layanan harus memiliki standar yang sesuai dengan kompetensi kerja nasional. Selain itu, terpenting melalui ujian tersebut sekaligus memastikan bahwa sopir memiliki kompetensi di bidang sehingga dapat memberikan rasa aman bagi penumpang atau wisatawan yang dibawa.

BACA JUGA : Jip Merapi Celaka di Jalan Bebeng-Kaliadem, Ini yang Bakal

“Untuk memastikan sopir wisata bisa sesuai dengan kompetensi standar nasional. Biar pelayanan kepada turis lokal internasional bisa dipastikan layak. Harapan kami bisa dilakukan di seluruh wisata di DIY ini,” katanya.

Anggota Tim Asesor PSKK Sujiyanto menambahkan materi yang diberikan kepada pengemudi saat di praktik di tempat uji kompetensi (TUK) sesuai dengan standar kompetensi terkait dengan bagaimana mengemudikan kendaraan mengangkut orang. Sehingga sopir harus memahami standar komunikasi tempat kerja yang baik. Mulai dari melakukan pengecekan peralatan sebelum berangkat hingga ketelitian ketika membawa penumpang.

“Kami melihat secara detail sopir membawa jip seperti teknik membelokkan dan maju mundur kendaraan hingga manuver mengelilingan di berbagai titik wisata lereng Merapi,” katanya.

BACA JUGA : Jumlah Wisatawan Jip Merapi Turun 70%

Salah satu pengemudi yang menjadi peserta uji kompetensi Atmojo menilai melalui PSKK tersebut, pihaknya mendapatkan indikator hal-hal apa saja yang perlu dilakukan saat membawa wisatawan agar tetap aman. “Jadi mengetahui lebih detail cara menyiapkan keamanan dan kenyamanan mengemudikan, membawa wisatawan,” katanya.