Kantor Pemuda Pancasila Bantul Diserang Ratusan Orang Berseragam Pemuda Pancasila, Satu Terluka

Ilustrasi kekerasan. - Pixabay
28 Oktober 2020 16:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sesama anggota ormas Pemuda Pancasila bentrok di simpang tiga Cepit, Jalan Bantul, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Rabu (28/10/2020) siang. Satu orang terluka dalam keributan tersebut.

Korban luka adalah Hendarto, kakak dari Dony Bimo Saptoto, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila. Hendarto terluka pada bagian wajah akibat terkena lemparan batu.

BACA JUGA: Anggotanya Lakukan Serangan, Dansat Brimob: Tetap Salah Anggota Saya

Dony Bimo Saptoto mengatakan kejadian bermula saat dirinya bersama kakak, keponakan, dan temannya sebanyak tujuh orang sedang nongkrong di warung kopi depan rumahnya yang juga menjadi sekretariat MPC Pemuda Pancasila Bantul.

Sekitar pukul 13.00 tiba-tiba ada rombongan sekitar 300 orang dengan sepeda motor dan mobil dari arah utara atau arah Jogja menuju Bantul. Sampai simpang Cepit atau depan kantor MPC Pemuda Pancasila, rombongan berseragam Pemuda Pancasila tersebut melemparkan berbagai benda. “Kejadian sekitar 20 menitan kami Cuma bertahan di dalam,” kata Dony saat ditemui di lokasi kejadian.

Pihaknya berupaya bertahan dan melakukan pembalasan. “Kami mempertahankan kantor, kami lawan sebisa mungkin kami pertahankan,” ujar Dony.

BACA JUGA: Pengakuan Korban Penangkapan Oknum Brimob: Dipukul dan Diintimidasi

Selain melukai satu orang, Dony mengaku kejadian tersebut merusak kantor dan rumah serta kendaraan. Pecahan kaca berserakan di lokasi.

Dony tidak mengetahui pasti apa alasan rombongan yang masih dalam satu naungan organisasi itu menyerang  kantor MPC Pemuda Pancasila. Pihaknya merasa tidak memiliki masalah.

Dia juga menegaskan dirinya masih menjadi ketua MPC Pemuda Pancasila Bantul meski beredar surat soal penggantian dirinya. Dia mengaku tidak pernah dipanggil, dan tidak pernah disidang dan merasa tidak memiliki masalah. Dony mengaku masih Ketua MPC PP Bantul hasil musyawarah semua PAC.

Dia meminta polisi untuk mengusutnya dan meminta semua anak buahnya untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan kejadian tersebut.