Klithih Lagi! Bacok Pengendara Tanpa Tujuan Jelas, 3 Remaja Mendekam di Tahanan Polres Gunungkidul

Ilustrasi. - Freepik
29 Oktober 2020 07:17 WIB Newswire Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Tersangka pembacokan tanpa motif yang jelas di Palyen, Gunungkidul kini meringkuk di penjara.

Tiga orang remaja diduga pelaku klithih berhasil diamankan oleh jajaran Polres Gunungkidul. Ketiga remaja ini kini harus mendekam di tahanan Mapolres Gunungkidul seusai melukai korbannya sesama pengendara sepeda motor di Kalurahan Getas, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul beberapa waktu lalu.

Tiga orang remaja tersebut masing-masing FC (19) asal Jawa Barat; AW (19) asal Mergangsan, Yogyakarta; dan AA (15), pelajar asal Bantul. Ketiganya diamankan usai melakukan penganiayaan terhadap TF (18) bersama temannya, warga Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Sabtu (16/9/2020) lalu sekitar pukul 18.30 WIB.

BACA JUGA: Bulan Depan, Bio Farma Datangkan 15 Juta Dosis Bulk Vaksin Sinovac

Ketiga orang tersebut telah melakukan pembacokan terhadap pengendara sepeda motor di sebelah timur Jembatan Getas, Kalurahan Getas, Kapanewon Playen. Jembatan Getas adalah penghubung Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Ryan Permana mengatakan, usai kejadian, warga mengamankan dua orang pelaku dan menyerahkannya ke Mapolsek Dilngo. Setelah dua pelaku berhasil diamankan warga, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Pada 29 September 2020 yang lalu, pihaknya berhasil mengamankan satu pelaku lain di rumahnya di kawasan Mergangsan.

"Pelaku kami kenakan pasal 2 ayat 1 UU Darurat RI nomor 12 Tahun 1951 tentang membawa senjata tajam denyan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun penjara," ujarnya.

Ryan menambahkan, ketiga pelaku mengaku Baru melakukan satu kali penganiayaan yaitu di kawasan Getas. Tak ada motivasi apapun dalam penganiayaan tersebut kecuali hanya untuk mendapatkan pengakuan dari rekan-rekan mereka. Sasaran penganiayaanpun didapat secara acak tanpa target sebelumnya.

"Dari tangan tersangka kami mengamankan sebuah pedang dan motor matik," ujarnya.

Kejadian yang berlangsung Sabtu sekitar pukul 18.30 WIB tersebut bermula saat kedua korban pulang dari rumah temannya yang berada di Kalurahan Getas Kepanewonan Playen. Keduanya berboncengan dengan sebuah motor matik melintas jalan Playen-Dlingo dan melalui Jembatan Getas.

Dan saat itu kondisi memang tengah sepi sehingga membuat kondisi kedua korban lengah. Beberapa puluh meter sebelum sampai jembatan Getas, tiba-tiba dari arah yang sama menyusul dua kendaraan bermotor yang ditumpangi 4 orang tak dikenal.

"Tanpa alasan yang jelas, 4 orang tak dikenal tersebut langsung memepet kendaraan yang digunakan korban,"tambah Ryan.

Tanpa sepatah katapun tiba-tiba pelaku langsung mengayunkan senjata tajam jenis clurit kepada korban. Tegar yang berada di depan tak siap dengan serangan mendadak tersebut. Sabetan celurit dari para pelakupun mengenai tangan Tegar hingga beberapa jari tangannya harus mendapat perawatan.

Panik terjadi sesuatu, korban lantas balik arah ke wilayah Kalurahan Getas untuk meminta pertolongan. Mereka juga menghubungi keluarga dan rekannya di Kecamatan Dlingo untuk menghadang dan mengejar pelaku. Sebab pelaku langsung melarikan diri ke arah Dlingo usai melakukan pembacokan.

Sebagian ada yang melapor ke Mapolsek Playen dan koordinasipun dilakukan jajaran Kepolisian Sektor Playen dengan Kepolsian Sektor Dlingo. Tak membutuhkan waktu lama, dua dari empat terduga pelaku berhasil diringkus ketika melintas di tanjakan Kaliurang Desa Dlingo Kecamatan Dlingo.

Sumber : Suara.com