Petani Se-Sleman Makin Solid Beri Dukungan Pada Kustini Danang

Dukungan dari perwakilan petani, kelompok tani (Poktan), gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan kelompok wanita tani (KWT) wilayah Sleman Barat terhadap Kustoni Sri Purnomo dan Danang Maharsa. - Istimewa
10 November 2020 15:27 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa semakin percaya diri menyongsong gelaran Pilkada 9 Desember mendatang. Pasalnya, kelompok petani di Kabupaten Sleman mulai solid dan massif memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut 3 tersebut.

Seperti diungkapkan Tim Pemenangan Sleman Jaringan Petani Sleman, Janu Riyanto bahwa gelombang dukungan petani terus bermunculan jelang pemilihan serentak yang menyisakan waktu kurang dari satu bulan lagi. Terbaru adalah dukungan dari perwakilan petani, kelompok tani (Poktan), gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan kelompok wanita tani (KWT) wilayah Sleman Barat.

"Hari ini konsolidasi petani untuk menyamakan persepsi sekaligus untuk memenangkan pasangan nomor 3. Yang hadir tadi ada perwakilan dari Gamping, Moyudan, Minggir, Godean. Minggu kemarin sudah deklarasi juga wilayah Sleman Timur yang meliputi Prambanan, Kalasan, Berbah, Depok dan Ngemplak," ungkap Janu Riyanto saat ditemui usai deklarasi, Jumat, 6 November 2020.

Menurut pria yang kerap disapa Janu ini menuturkan, deklarasi serupa juga akan dilakukan perwakilan kelompok petani di wilayah Sleman utara dan tengah lantaran adanya protokol kesehatan. Perjuangan untuk memilih pemimpin Kabupaten Sleman ke depan yang berpihak pada petani, ditegaskan Janu jatuh pada pilihan Kustini-Danang.

"Kami tidak hanya memilih berdasarkan rating kemenangan, tetapi upaya program yang disampaikan keduanya dalam menata sektor pertanian ke depan yang membuat kami yakin kita (petani dan Kustini-Danang) satu visi untuk memajukan pertanian di Sleman," tegas Janu Riyanto.

Keselarasan visi dan misi dalam membangun sektor pertanian ke depan bersama Kustini-Danang adalah upaya untuk meningkatkan ketrampilan petani menjadi petani modern. Dengan adanya peningkatan ini, akan berdampak pada kemampuan petani dalam meningkatkan penghasilan melalui usaha di bidang pertanian yang lebih luas.

"Dengan konsep petani modern, kita ingin para petani ini bisa mensejahterakan keluarga petani itu sendiri melalui pertanian. Disitu ada kebanggaan menjadi petani dan sektor pertanian tidak hanya akan dipandang sebagai sektor dalam indikator ketahanan pangan saja, tetapi menjadi petani itu juga sejahtera," jelasnya.

Petani yang sudah bertransformasi menjadi lebih modern, menurut Janu juga harus disediakan alat mesin pertanian yang memadai untuk menggarap lahan. Selain itu, pengembangan sektor pertanian selain padi juga harus dilakukan seperti cabai, jagung, bawang merah dan lainnya.

"Petani juga berharap pemerintahan Kustini-Danang bisa menjamin ketersediaan air dan pupuk yang cukup. Antara petani penggarap dan pemilik keiinginannya sama, jaminan air dan pupuk ada dan cukup. Seperti air apakah nantinya akan ada penambahan saluran irigasi atau mempertahankan embung-embung supaya airnya tetap ada dengan menanam pepohonan hal itu bisa untuk dilakukan," terangnya.

Di bawah kepemimpinan Kustini-Danang mendatang, Janu dan petani lainnya meminta pemerintah daerah mampu mempertahankan area lahan pertanian yang ada agar tidak terjadi alih fungsi lahan. Dengan sudah diterbitkannya LP2B, diharapkan lahan pertanian dikembangkan secara maksimal dan bahkan bisa berkembang menjadi destinasi wisata baru berbasis pertanian.

Sementara Kustini Sri Purnomo yang hadir dalam kesempatan tersebut, menyampaikan tekadnya yang kuat untuk memajukan sektor pertanian di Kabupaten Sleman. Dengan dua program jitunya, "Tani Makmur" dan "Tani Milenial", baik petani yang sudah berusia tua maupun muda akan mendapatkan fasilitas dan akses yang sama untuk mengembangkan pertanian di Kabupaten Sleman.

"Komitmen kami dalam membangun sektor pertanian ini tertuang jelas di dalam program mulai dari hibah sarana produksi pertanian (traktor dan jenis saprotan lain) untuk kelompok tani, penyediaan modal usaha tani, pelatihan dan pendampingan produktivitas pertanian, pengembangan lumbung pangan desa, pengembangan varitas tanaman lokal unggul serta peningkatan produktivitas tanaman, peternakan, perikanan berbasis kelompok," imbuhnya.

"Dan untuk meningkatkan minat dan kepercayaan anak muda bahwa sektor pertanian juga menguntungkan kita akan memberikan pelatihan dan pendampingan agroteknopreneur,

hibah sarana produksi pertanian (traktor dan jenis saprotan lain) untuk komunitas tani muda serta penyediaan modal usaha bagi tani muda," pungkasnya. (Adv)