Merapi Siaga, TPS Kalitengah Lor Dipindah ke Balai Desa Glagaharjo

Sejumlah lansia dari lereng Merapi duduk-duduk di lokasi pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman pada hari Senin (9/11/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
07 Desember 2020 09:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Naiknya status Gunung Merapi menjadi siaga level tiga berdampak kepada upaya relokasi salah satu tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di padukuhan Kalitengah Lor Glagaharjo, Cangkringan, Sleman ke Balai Desa Glagaharjo.

Ketua KPU Kabupaten Sleman Trapsi Haryadi mengatakan jika pemindahan TPS sendiri menyesuaikan dengan sejumlah warga Kalitengah Lor, khususnya kelompok rentan yang telah mendiami barak pengungsian balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman beberapa waktu lalu.

"Naiknya status Merapi artinya berdampak kepada tiga padukuhan di mana warganya harus mengungsi. Akan tetapi, satu padukuhan yang masih dihuni oleh warga ada di padukuhan Kalitengah Lor Glagaharjo, Cangkringan, Sleman," ujar Trapsi pada Minggu (6/12/2020).

BACA JUGA : Merapi Siaga, Begini Nasib Pelaku Usaha di Kaliurang

Satu TPS yang berada di Kalitengah Lor Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, lanjut Trapsi, mau tidak mau harus dipindahkan. Pasalnya, upaya tersebut juga menyesuaikan kondisi warga Kalitengah Lor yang sebagian sudah mengungsi ke barak pengungsian balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.

"Relokasi TPS sebagai langkah penyesuaian dengan pengungsi hari ini yang sudah berada di barak pengungsian, artinya TPS direlokasi di pengungsian. Satu TPS di Kalitengah Lor sendiri ada sekitar 400 pemilih," sambung Trapsi.

Relokasi TPS ke balai desa Glagaharjo juga bertujuan untuk memudahkan warga untuk memberikan hak suaranya tanpa harus kembali ke dukuh Kalitengah Lor yang berada dalam radius bahaya Gunung Merapi jika sewaktu-waktu erupsi. Terlebih, warga yang berada di barak pengungsian adalah kelompok rentan.

BACA JUGA : Merapi Siaga, Penambang Masih Beroperasi di Kali Gendol

"Pemilih akhirnya bisa aman memberikan hak suaranya tanpa harus kembali ke wilayah Kalitengah Lor untuk memberikan hak suaranya. Pemilih juga akhirnya tidak bolak balik," ungkap Trapsi.

Pemerintah Kabupaten Sleman sebelumnya bersama dengan Polres Sleman melakukan ikrar dan penandatanganan kesepakatan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) aman, damai dan sehat yang akan digelar pada 9 Desember 2020 nanti.

Ikrar tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dan diikuti oleh tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman di Kantor Polres Sleman beberapa waktu lalu.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman menyambut baik adanya ikrar dan kesepakatan dalam penyelenggaraan Pilkada tahun 2020 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

BACA JUGA : Merapi Siaga, Wisata Kaliurang Tak Ditutup

“Kami menyambut baik mengingat pada tanggal 9 Desember mendatang Kabupaten Sleman juga melaksanakan Pilkada serentak. Harapannya semua dapat berjalan dengan baik dan tetap mengikuti protokol kesehatan,” katanya.