Peroleh Izin Edar, GeNose Buatan UGM Bisa Deteksi Covid-19 Cukup dengan Rp25.000

Ilustrasi. - Freepik
26 Desember 2020 12:57 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--GeNose, alat pendeteksi Covid-19 buatan UGM akhirnya mengantongi izin edar dan siap dipasarkan.

Ketua tim pengembang GeNose Profesor Kuwat Triyana, mengatakan izin edar GeNose dari Kemenkes turun pada Kamis (24/12/2020). Setelah izin edar diperoleh maka tim akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama yang didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN untuk didistribusikan. Dengan jumlah GeNose C19 yang masih terbatas ini dapat memberikan dampak maksimal.

“Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan luar biasa dari banyak pihak GeNose C19 secara resmi mendapatkan izin edar (KEMENKES RI AKD 20401022883) untuk mulai dapat pengakuan oleh regulator, yakni Kemenkes, dalam membantu penanganan Covid-19 melalui skrining cepat,”kata Kuwat dalam rilisnya Sabtu (26/12/2020).

BACA JUGA : Lebih dari 1 Juta Orang di AS Telah Disuntik Vaksin

Dengan 100 unit batch pertama yang akan dilepas, lanjutnya, ia berharap dapat melakukan 120 tes per alat atau atau totalnya 12.000 orang sehari. Angka 120 tes per alat itu dari estimasi bahwa setiap tes membutuhkan tiga menit termasuk pengambilan nafas sehingga satu jam dapat bisa melakukan tes Covid 20 orang dan bila efektif alat bekerja selama enam jam. Harapan ini dapat diwujudkan, kata dia, bila distribusi GeNose C19 dilakukan tepat sasaran.

“Contohnya, di bandara, stasiun kereta, dan tempat keramaian lainnya termasuk di rumah sakit. Termasuk ke BNPB yang dapat mobile mendekati suspect Covid-19.  Namun, pada tahap ini tidak memungkinkan pengadaan GeNose C19 untuk keperluan pribadi,” ujarnya.

Setelah mendapatkan izin edar GeNose C19 akan segera diproduksi massal. Tim berharap jika ada 1.000 unit, maka akan mampu melakukan deteksi terhadap 120.000 orang sehari. Jika ada 10.000 unit yang ditarget hingga akhir Februari 2021, maka Indonesia akan menunjukkan jumlah tes Covid-19 per hari terbanyak di dunia yakni 1,2 juta orang per hari.

“Tentu, bukan hanya angka-angka seperti itu harapan kita semua, namun kemampuan men-tes sebanyak itu diharapkan akan menemukan orang-orang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala dan segera diambil tindakan isolasi atau perawatan sehingga rantai penyebaran Covid-19 dapat segera," katanya.

BACA JUGA : Gunungkidul Siapkan 1 Petugas Vaksin untuk 1 Puskesmas

Ia mengatakan, nantinya biaya tes dengan GeNose C19 cukup murah berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000. Selain itu hasilnya bisa diketahui hanya dalam waktu dua menit serta tidak memerlukan reagen atau bahan kimia lainnya. Selain itu, pengambilan sampel tes berupa embusan nafas juga dirasakan lebih nyaman dibanding usap atau swab.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni, Profesor Paripurna mengatakan siap dipasarkannya GeNose ini menunjukkan kontribusi UGM untuk menangani pandemi. Selain itu, hal ini juga memperlihatkan berjalannya kemitraan dan kerja sama strategis antara universitas, pemerintah, industri dan masyarakat.

“Ini kerja bagus sekaligus perwujudan UGM Science Techno Park sebagai jembatan antara universitas dan industri serta tempat riset para dosen dan mahasiswa,” ujarnya.