Sekda Bantul Sebut Pilkades Serentak Sudah Sesuai Prokes

Sejumlah warga dengan protokol kesehatan melakukan pencoblosan pemilihan Lurah secara e voting di TPS 35, Pedukuhan Blotan, Desa Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, Minggu (20/12)/2020). Sebanyak 49 Desa di wilayah Kabupaten Sleman melakukan Pemilihan Kepala Desa secara E Voting yang dilakukan dengan protokol kesehatan masa pandemi Covid 19. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
27 Desember 2020 14:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis menyebut pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak sudah dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Kondisi tersebut setidaknya terlihat dari hasil monitoring Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di TPS 06 Dusun Tembi, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon.

“Pelaksanaan prokes kami saksikan semua sudah dilaksanakan sejak antrian sampai penyaluran asprasi semua dilakukan dengan prokes,” kata Helmi, Minggu (27/12/2020).

Pihaknya menyaksikan langsung terdapat sejumlah sarana pendukung protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu, antrian pintu masuk dan pintu keluar di pisah untuk menghindari kerumunan.

BACA JUGA : Pilkades DIY: Bantul Kucurkan Rp127 Juta

“Semua dilakukan sesuai prokes yang diamanatkan,” kata Helmi.

Selain itu Helmi juga melihat antusias masyarakat dalam pelaksanaan pilkades serentak ini cukup tinggi. Hal itu terlihat di TPS 06 dari 373 daftar pemilih tetap (DPT) sudah menyalurkan hak suaranya sebanyak sekitar 100 orang atau 30% dalam waktu lebih kurang satu jam.

Dia menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi untuk mensukseskan pilkades serentak. Selain di Desa Timbulharjo Sewon, ada 23 desa lainnya yang menyelenggarakan pilkades. Helmi berharap pilkades serentak ini berjalan aman, lancar, dan kondusif, sehingga pada akhir tahun semua kepala desa terpilih dapat dilakukan penetapan.

BACA JUGA : Jelang Pilkades Bantul, Muncul Black Campaign Bawa-Bawa

Pihaknya menargetkan penetapan dan pelantikan kepala desa terpilih termasuk dua kepala desa hasil pemilihan antar waktu (PAW) akan dilakukan pada akhir tahun ini atau 30 Desember mendatang,

“Sehingga terhitung sejak Januari 2021 seluruh kelurahan di Bantul sebanyak 75 telah memiliki lurah secara definitif,” kata Helmi.

Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Timbulharjo Sewon, Sudarman mengatakan jumlah pemilih di desanya ada 17.019 orang yang dibagi dalam 48 TPS. Sementara calon kepala desa ada dua, yakni petahana Kandar dan Anif Arkhan Haibar yang merupakan bagian dari pamong desa.

Proses pemungutan suara di Desa Timbulharjo dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, bahkan sosialisasi untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang biasanya dilakukan satu kali pertemuan dibagi menjadi dua kali pertemuan di aula Desa Timbulharjo.

“Walaupun sebenarnya cukup satu kali tapi kami gelar dua kali pertemuan agar sesuai prokes,” kata Sudarman.