Ratusan Wisatawan di Bantul Langgar Prokes

Petugas Satpol PP saat mengecek kelengkapan dokumen rapid tes atau tes swab serta kelengkapan protokol kesehatan pada penumpang bus pariwisata di Pasar Seni dan Wisata Gabusan (PSWG), Sewon, Bantul, (22/12/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
27 Desember 2020 15:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Sebanyak 210 orang terjaring dalam operasi protokol kesehatan yang digelar di sejumlah objek wisata selama tiga hari terakhir oleh tim gabungan terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI dan Polres Bantul.

“Dari jumlah tersebut, sebagian besar yang terjaring melakukan pelanggaran ringan, seperti tidak menggunakan masker. Tidak ada yang sampai melakukan pelanggaran berat,” kata Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta, Minggu (27/12).

BACA JUGA : 1.700 Warga Kulonprogo Langgar Protokol Kesehatan

Lebih lanjut, Yulius mengungkapkan jika operasi gabungan terkait dengan penerapan protokol kesehatan kedepan akan terus ditingkatkan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan dan mencegah penularan Covid-19. Selain itu, sanksi sosial dan edukasi sampai saat ini terus diterapkan kepada pelanggar dengan tujuan timbul kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan.

Sementara disinggung mengenai pengecekan persyaratan administrasi berupa surat hasil negatif rapid test, Yulius menyatakan sejauh ini para wisatawan yang berasal dari luar DIY, membekali diri dengan persyaratan surat tersebut.

BACA JUGA : Masih Saja Berkerumun! Ribuan Tempat Usaha di Jogja

Kendati demikian, imbauan kepada warga dan wisatawan terus digelorakan oleh Satpol PP Bantul. Sebab, imbauan dan tindakan persuasif yang mengedepankan edukasi dinilai efektif untuk mencegah penularan Covid-19 di tempat wisata.

“Kami harapkan kepada pendatang agar terus mengikuti ketentuan dalam penerapan protokol kesehatan dan melengkapi persyaratan yang ada,” ucap Yulius.