Sempat Terseok-seok Akibat Pendemi, Perikanan Budidaya di Kulonprogo Hasilkan 16.666 Ton

Salah satu pembudidaya ikan di Kapanewon Wates, menunjukkan hasil budidaya ikan nila di kolam buatanya, Rabu (6/1/2021). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
06 Januari 2021 11:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, PENGASIH--Produksi perikanan budidaya di Kabupaten Kulonprogo pada 2020 berhasil melampui target yang ditetapkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat.

Kepala DKP Kulonprogo, Sudarna mengatakan pada 2020, pihaknya menetapkan target produksi perikanan budidaya sebesar 14.387 ton. Setelah dievaluasi di akhir tahun target itu berhasil terlampui. Tercatat para pembudidaya ikan di Kulonprogo mampu memproduksi sedikitnya 16.666 ton ikan.

BACA JUGA : DKP Kulonprogo Evaluasi Target Produksi Perikanan 2019

"Targetnya terlampau, kalau dipersentase ada kenaikan sekitar 115,84% persen," ujar Sudarna kepada wartawan, Rabu (6/1/2021).

Tercapainya target ini sebenarnya diluar dugaan. Hal ini mengingat pada awal 2020, Covid-19 telah mewabah hingga menjadi pandemi yang berdampak pada aktivitas pembudidayaan ikan.

Diungkapkan Sudarna, di awal pandemi banyak pembudidaya yang hasil usahanya tidak laku. Waktu penjualan pun terpaksa ditunda. Namun kondisi berangsur membaik setelah memasuki pertengahan 2020. "Setelah bulan April sudah mulai normal lagi," ujarnya.

Melihat tren positif ini, pada 2021 DKP  menetapkan target perikanan budidaya sebesar 14.854 ton, naik dari tahun sebelumnya 14.378 ton.

BACA JUGA : Pembudidaya Ikan di Kulonprogo Didorong Gunakan Teknik 

Kepala Bidang Pembudidayaan Ikan DKP Kulonprogo, Leo Handoko mengatakan produksi perikanan budidaya di Kulonprogo dari tahun ke tahun didominasi lele. Rata-rata produksi ikan berkumis ini bisa menyentuh 1 juta ekor per triwulan.

"Saking tingginya tingkat produksi, sebagian besar lele asal Kulonprogo lantas dijual ke luar daerah," ujarnya.