Program Kartu Tani Sasar 51.000 Petani Kulonprogo

ILustrasi pembagian kartu tani - JIBI
28 Januari 2021 12:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Jumlah petani di Kulonprogo yang ikut dalam program penyaluran pupuk bersubsidi lewat Kartu Tani terus bertambah.  Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, pada awal 2021 ada penambahan 8.344 petani baru, sehingga total peserta program tersebut saat ini mencapai 51.385 orang.

"Ya ada penambahan hingga lebih dari 8.344 sejak program ini digulirkan pada September 2020 kemarin," kata Kepala Distapangan Kulonprogo, Muh Aris Nugroho.

Aris mengatakan program Kartu Tani telah berlaku efektif sejak 1 September 2020 lalu. Sejak saat itu pula, jumlah petani di Kulonprogo yang mendaftar program ini lewat kelompok tani terus meningkat. 

BACA JUGA : 27.000 Kartu Tani di DIY Ditolak, Ini Penyebabnya

Penambahan jumlah peserta itu tak lepas dari adanya gerakan penyusunan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK) yang digencarkan Distanpangan. eRDKK sendiri merupakan proposal yang dibuat kelompok tani sebagai dasar bagi distanpangan untuk menentukan kebutuhan pupuk bersubsidi di daerah.

Sistem eRDKK juga menjadi referensi pembagian kartu tani yang akan digunakan untuk pembayaran pupuk bersubsidi. "Di tahun ini ada gerakan penyusunan eRDKK, yang diharapkan semua petani bisa terdata di sistem tersebut," ujar Aris.

Petani yang masuk eRDKK, terutama yang masih baru bergabung kemungkinan tidak langsung menerima kartu tani. Ada proses yang harus dilalui sesuai dengan aturan yang diberlakukan BRI selaku bank yang ditunjuk menerbitkan kartu tersebut.

BACA JUGA : Punya Kartu Tani, Petani di Bantul Mengeluh Tak Bisa Beli

Aris meminta petani tak usah khawatir. Sebab selama petani sudah terdata dalam eRDKK, penyaluran tetap bisa dilakukan. "Tidak perlu khawatir tidak dilayani, kami sudah mendistribusikan print out eRDKK ke seluruh distributor dan pengecer resmi pupuk bersubsidi, petani tinggal datang ke sana dan menunjukkan KTP aja untuk menyesuaikan data diri di eRDKK," ucapnya.

Bisa Cash

Aris mengatakan transaksi pupuk bersubsidi dengan kartu tani ini tidak ada biaya administrasi. Pembayaran juga bisa dilakukan secara cash. "Tidak harus isi saldo, kalau mau cash juga bisa kok," ujarnya.

Adapun pada 2020 kemarin, penyaluran bersubsidi kepada petani yang terdata dalam eRDKK mencapai 15.230 ton. Rinciannya pupuk urea 5.096, 42 ton; SP36, 649,28 ton; ZA, 1513, 88 ton; NPK ( Ponska) 7.458, 06 ton dan Organik 513,47 ton.

BACA JUGA : Petani di Gunungkidul Kesulitan Gunakan Kartu Tani

Pada 2021 ini, Distanpangan mengalokasikan 19.769 ton pupuk bersubsidi dengan rincian Urea 8.751 ton; SP36, 951 ton; ZA, 2.211 ton; NPK, 6.378 ton; Organik 422 ton dan jenis pupuk subsidi baru yang keluar pada 2021 yaitu organik cair sebesar 1.056 ton.

"Dari jenis yang ada itu, kami berencana mengajukan penambahan jumlah untuk pupuk NPK, mengingat realisasi tahun lalu bisa 7.000 sekian, sementara alokasi tahun ini hanya 6.000 sekian," ucap Aris.

Salah satu petani, Eko, 30, asal Kapanewon Wates, mengaku program penyaluran pupuk bersubsidi lewat kartu tani ini menguntungkan petani karena bisa meminimalisir penyelewengan harga oleh distributor maupun pengecer pupuk bersubsidi. "Penyaluran pupuk melalui sistem baru ini juga bisa lebih tepat sasaran karena sudah ada data yang jadi patokannya," ucap Eko.