Puting Beliung Rusak Kawasan Wisata Blue Lagoon

Salah satu warga Widodomartani, Ngemplak, Sleman saat melihat kondisi Blue Lagoon pasca diterjang angin puting beliung pada Senin (1/2/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo.
01 Februari 2021 13:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Angin puting beliung meluluhlantakkan objek wisata Blue Lagoon yang berlokasi di Widodomartani, Ngemplak, Sleman, pada Minggu (31/1/2021). Tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut. Kerugian ditaksir hingga puluhan juta rupiah.

Ketua Pengelola Desa Wisata dan Budaya Blue Lagoon Tirta Budi Dusun Dalem, Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Suhadi mengatakan jika kejadian angin puting beliung yang merusak sejumlah infrastruktur yang ada di Blue Lagoon terjadi pada sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (31/1/2021).

BACA JUGA : Viral Angin Kencang di Jalan Piyungan-Prambanan

"Kejadian bencana alam di Blue Lagoon terjadi pada kemarin siang ya, Minggu [31/1]. Kejadian berawal dari hujan deras terus disertai angin puting beliung. Rata-rata di wilayah Ngemplak terkena imbasnya. Namun, salah satu diantaranya desa wisata Blue Lagoon yang ikut terimbas dari hujan deras disertai angin puting beliung," ujar Suhadi saat dikonfirmasi pada Senin (1/2/2021).

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, pada Senin (1/1/2021), pengelola Blue Lagoon dibantu oleh sejumlah unsur seperti Koramil Ngemplak, TRC BPBD Kabupaten Sleman, maupun warga setempat masih melakukan upaya pembersihan. Sejumlah pohon besar maupun pohon bambu yang tumbang dan sempat mengenai bangunan di desa wisata Blue Lagoon turut dipangkas.

"Hari ini [Senin, 1/1/2021] kami kerja sama dengan Koramil Ngemplak dan teman-teman mahasiswa, TRC BPBD Kabupaten Sleman, dan warga masyarakat serta pengelola melakukan pembersihan dan menentukan langkah antisipasi yang perlu diambil," katanya.

BACA JUGA : Geger Puting Beliung Mirip Tornado di Wonogiri

Untungnya, kejadian nahas tersebut tidak merenggut nyawa baik dari pengelola maupun pengunjung yang berada di lokasi kejadian saat berlangsungnya angin puting beliung. "Kejadian ini yang perlu saya syukuri adalah tidak adanya korban jiwa dari pengunjung maupun warga masyarakat yang ada di sini," imbuhnya.

Soal kerugian, Suhadi mengklaim jika Blue Lagoon harus memikul beban sebesar Rp15 juta sampai dengan Rp20 juta. Kerugian tersebut dikarenakan sejumlah infrastruktur yang ada di Blue Lagoon rusak terkena dampak dari angin puting beliung.

"Untuk kerugian karena angin puting beliung juga membuat sejumlah pohon ambruk hingga menimpa kios kuliner, tempat ibadah yakni musholla dan pendopo di blue lagoon, tentunya kerugian ditaksir sekitar Rp15-20 juta. Pohon yang tumbang jumlahnya puluhan, yang besar satu, sedangkan pohon bambu lebih dari 20 pohon," terang Suhadi.

Upaya pembersihan, lanjut Suhadi, diperkirakan akan memakan waktu dua sampai tiga hari ke depan. Dalam kurun waktu tersebut, pengelola Blue Lagoon memutuskan untuk menutup sementara objek wisata Blue Lagoon.

BACA JUGA : Warga Jogja Melihat Pusaran Angin saat Puting Beliung

"Mulai dari kemarin siang, tutup sekitar dua sampai tiga hari. Upaya pembersihan dilakukan sejak kemarin (Minggu (31/1/2021) siang. Siang hari itu kita sudah kerja, tapi di pertengahan pembersihan aliran air naik dan sempat banjir dikarenakan air hujan turun kembali. Kita lanjutkan upaya pembersihan pagi ini dibantu sejumlah instansi," papar Suhadi.

Ditutupnya objek wisata Blue Lagoon tentunya bakal menimbulkan sejumlah dampak. Warga yang biasanya berjualan di kios kuliner Blue Lagoon tidak bisa berjualan. Sejumlah warga yang menggantungkam nasib mereka menjadi pengelola di Blue Lagoon juga terpaksa harus menelan pil pahit karena pemasukan mereka terganggu.

Lebih lanjut, dana swadaya dari pengelola maupun warga sekitar mungkin juga dikatakan oleh Suhadi sudah tidak ada lagi. Ia berharap bantuan dari pemerintah, khususnya untuk merenovasi kembali desa wisata Blue Lagoon.

"Tentunya dampak ekonomi ke warga masyarakat di sekitar Blue Lagoon. Masyarakat tidak bisa jualan, tenaga pengelola akhirnya nganggur dan wisatawan yang datang ke sini juga tidak bisa karena sementara kami tutup," katanya.