Jadi Primadona, Kawasan Budidaya Durian di Kulonprogo Akan Diperluas

Ilustrasi Durian - Reuters
02 Februari 2021 07:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Status Kulonprogo sebagai daerah penghasil buah durian bakal kian kokoh menyusul adanya rencana perluasan kawasan budidaya durian hingga 20 hektare (ha) di Kapanewon Kalibawang.

Kepala Seksi Produksi Hortikultura, Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kulonprogo, Agus Purwoko mengatakan pada 2021, lahan seluas 20 hektare di Kalibawang akan disulap menjadi kawasan budidaya durian. Kalibawang dipilih karena sejak dulu daerah itu sudah menjadi sentra durian di Bumi Menoreh.

"Untuk mendukung kampung buah durian di Kalibawang, pada tahun ini ada ekstensifikasi lahan seluas 20 ha. Perluasan ini merupakan bantuan dari APBN," kata Agus saat ditemui di kantornya, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Kasus Narkoba di Bantul Justru Meningkat saat Pandemi

Dengan perluasan ini total lahan budidaya durian di Kulonprogo pun akan bertambah. Pada 2020 tercatat total lahan budidaya yang tersebar di Kalibawang, Kokap, Samigaluh dan Girimulyo, mencapai 1.891,48 hadengan jumlah pohon sebanyak 189.148 batang. Adapun pada tahun ini dengan perluasan 20 ha maka total luasan lahan mencapai 1.911,48 ha diikuti penambahan pohon sebanyak 2.000 batang.

Lewat perluasan ini, Distanpangan berharap produksi durian dapat meningkat. Agus menjelaskan pada 2019 produksi durian mencapai 48.391 kuintal dengan profitabilitas per pohon sebanyak 66,76 kg. Adapun pada 2020 naik menjadi 48.472 kuintal dengan profitabilitas per pohon sebesar ada 66,80 kg.

Agus menerangkan selain perluasan lahan, pihaknya juga akan melakukan intensifikasi durian di wilayah Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, tepatnya di agrowisata Embung Canggal. "Di sana akan dilakukan intensifikasi durian seluas 18 ha, dengan bantuan saprodi berupa pupuk organik cair," jelas Agus.

Baca juga: Kasus Kekerasan Seksual Anak Meningkat di Bantul

Kepala Distanpangan Kulonprogo, Muh Aris Nugraha mengatakan upaya ekstensifikasi dan intensifikasi durian yang dilakukan pihaknya ini tak lepas dari besarnya permintaan masyarakat terhadap komoditas durian. Hal itu terlihat saat memasuki masa panen durian pada November-Maret, yang mana sentra-sentra durian di Kulonprogo pada waktu itu bakal dikunjungi banyak masyarakat.

"Di Kulonprogo sendiri ada varietas unggulan yaitu durian menoreh kuning dan jambon. Dua varietas ini dikembangkan di Kalibawang," kata Aris.

Sebagai upaya mempertahankan pamor durian, Distanpangan rutin menggelar festival durian saat memasuki masa panen. Hanya saja pada tahun ini festival semacam itu ditiadakan karena pandemi Covid-19.

"Seperti tahun lalu itu kita ada festival durian heboh, yang datang itu banyak dari luar daerah, tapi untuk tahun ini terpaksa kami tiadakan karena pandemi. Sebagai gantinya kami tetep melakukan promosi baik lewat sosial media maupun mengajak rekan asosiasi untuk berkunjung langsung ke sentra durian," ujar Aris.