Puskesmas di Bantul Memulai Vaksinasi Covid-19

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
04 Februari 2021 07:37 WIB Newswire Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memantau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di sejumlah pusat kesehatan masyarakat daerah ini guna mengetahui perkembangan pelaksanaan penyuntikan vaksin sinovac bagi tenaga kesehatan setempat.

"Dari hasil monitoring semua berjalan lancar, tenaga kesehatan yang terdaftar untuk vaksinasi di Puskesmas dapat datang sesuai waktu yang dijadwalkan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis di sela memantau vaksinasi COVID-19 di Bantul, Rabu (3/2/2021).

Ada dua Puskesmas di Bantul yang dipantau pelaksanaan vaksinasi COVID-19, yaitu Puskesmas Kretek dan Puskesmas Pandak, pelaksanaan vaksinasi di Bantul sudah dimulai sejak beberapa hari lalu usai vaksin sinovac 10 ribuan dosis diterima pada 26 Januari 2021.

Pihaknya berharap semua tenaga kesehatan di luar dua kecamatan yang dimonitor ini dapat melaksanakan vaksinasi, termasuk mereka yang saat ini belum bisa melaksanakan vaksin karena ada hal-hal terkait kesehatan yang menjadi kendala dalam memenuhi syarat penerima vaksin.

BACA JUGA: Sertifikat Tanah Elektronik Diluncurkan, Versi Analog Bakal Ditarik? Ini Penjelasan BPN

"Mudah-mudahan di lain kesempatan bisa divaksin dalam rangka menumbuhkan imunitas dari warga masyarakat tersebut," kata Helmi yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksin COVID-19 Bantul Abednego mengatakan, rata-rata kendala yang ditemukan dalam proses vaksinasi untuk tenaga kesehatan ini tensinya masih tinggi, namun bukan berarti dibatalkan, hanya ditunda untuk diobati, dan kemudian tiga sampai tujuh hari harapannya lebih baik.

"Sampai hari kemarin (Selasa, 2/2/2021) dari 2.052 tenaga kesehatan yang terdaftar untuk divaksin, sudah mencapai 87,2 persen. Harapannya yang ditunda-tunda itu bisa divaksin semua paling lambat 21 Februari," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo mengatakan, telah menerima distribusi vaksin sinovac sebanyak 10.760 dosis atau equivalen dengan 5.380 sasaran, pada tahap pertama ini vaksinasi COVID-19 menyasar pada ribuan tenaga kesehatan di Bantul.

"Vaksinasi bukan satu satu-satunya upaya menanggulangi penyebaran infeksi COVID-19, maka kami tetap mengajak masyarakat untuk tetap memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," katanya.

Sumber : Antara