Graduasi Mandiri PKH Jadi Program Unggulan Pengentasan Kemiskinan Bantul

Foto Ilustrasi. - Ist/Freepik
18 Februari 2021 04:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Meningkatnya angka kemiskinan Kabupanten Bantul membuat Dinsos P3A merancangkan sejumlah program guna mengentaskan kemiskinan di 2021. Program graduasi mandiri PKH menjadi salah satu strategi andalan untuk mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Bantul.

Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Bantul, Anwar Nur Fahrudin menyampaikan sejumlah program untuk menekan angka kemiskinan di Bantul telah disiapkan mulai dari program dari Kemensos seperti bantuan program sembako, PKH dan BST. Tidak hanya itu, melalui APBD Bantul sejumlah program seperti bansos rumah tidak layak huni, bantuan graduasi mandiri, bansos perempuan rawan sosial ekonomi pun bakal dijalankan untuk tekan angka kemiskinan.

"Program dari DIY ada bantuan keuangan khusus, berupa bansos usaha ekonomi produktif PKH yang sudah graduasi, dan kelompok usaha bersama," tutur Anwar, Rabu (17/6/2021).

Baca juga: Rekruitmen CPNS dan PPPK 2021 Dibuka April-Mei

Disebutkan Anwar, bantuan graduasi mandiri PKH diharapkan dapat mengurangi jumlah KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dengan gelontoran dana usaha yang terbilang tak sedikit. Menyasar PKH yang memiliki potensi usaha, program graduasi mandiri PKH memberikan modal kepada KPM untuk mengembangkan usahanya. "Bantuan graduasi mandiri PKH itu sasarannya PKH yang diharapkan bisa segera mentas dengan bantuan Rp3 juta untuk usaha," jelasnya.

Jumlah sasaran program graduasi mandiri PKH pun cukup banyak, Anwar menyebutkan ada 600 KPM yang ditargetkan memperoleh bantuan ini.

"Dianggarkan 600 KPM masing-masing mendapat Rp3 juta. Syaratnya harus masih sebagai KPM PKH, sudah punya rintisan usaha, bersedia untuk mundur dari PKH dengan menandatangani surat pernyataan," tandasnya.

Baca juga: Kulonprogo Serius Kembangkan Durian

Anwar optimis target jumlah peserta program graduasi PKH 2021 bisa terlampaui. Dengan tambahan modal usaha senilai Rp3 juta, penerima dana bantuan diharapkan mengembangkan rintisan usahanya dan meningkatkan kesejahteraan ekonominya. Bila target terlampaui, otomatis sebanyak 600 KPM tidak berstatus lagi miskin dan angka kemiskinan Bantul pun berkurang sesuai jumlah peserta yang mengikuti program. "Minggu depan sudah kami undang [KPM] untuk sosialisasi dan asesmen calon penerima," jelasnya.

Sebelumnya Kepala Bappeda Bantul, Isa Budi Hartomo menyebutkan terjadi kenaikan angka kemiskinan di Kabupaten Bantul pada 2020. Angka kemiskinan di Bantul naik sekitar satu persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan angka kemiskinan terjadi dari yang sebelumnya di kisaran 12 persen naik di kisaran angka 13 persen. "Angkanya naik. Kami berupaya di tahun 2021 pemulihan ekonomi dengan panglimanya di sektor kesehatan," ujarnya.