56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Ilustrasi kemiskinan./JIBI
Harianjogja.com, WONOSARI – Mantan Bupati Gunungkidul Badingah menilai kemiskinan menjadi salah satu program yang harus diselesaikan oleh bupati terpilih nantinya. Ia mengakui selama menjabat sebagai bupati atau wakil bupati berusaha menurunkan angka ini. Meski demikian, kemiskinan di Gunungkidul masih di atas 15%. Oleh karenanya permasalahan tersebut jadi prioritas dalam penanganan.
“Saya harap bupati selanjutnya bisa amanan dan meneruskan perjuangan saya untuk mewujudkan Gunungkidul yang lebih baik kehidupannya maupun kesejahteraannya,” kata Badingah usai menghadiri serah terima jabatan bupati dan wakil bupati di Bangsal Sewokoprjo, Rabu (17/2/2021).
BACA JUGA : Jejak Kepemimpinan Bupati Badingah di Gunungkidul
Untuk kemiskinan, Badingah mengakui sudah berusaha melakukan penetrasi agar jumlahnya menurun. Upaya tersebut sudah membuahkan hasil, tapi belum maksimal. Ia menilai, angka penurunan yang belum signifikan karena pola hidup masyarakat yang tidak konsumtif sehingga berpengaruh terhadap jumlahnya.
“Masyarakat memiliki cadangan pangan sendiri sehingga tidak membeli. Tapi, itu jadi masalah dalam pendataan karena berpengaruh terhadap daya beli sehingga berpengaruh terhadap jumlah warga miskin,” katanya.
Permasalah lain yang harus ditangani tidak hanya kemiskinan, namun juga ada sektor lain seperti pengembangan sektor UMKM hingga masalah pengganguran akibat pandemic corona.
“Bupati dan wakil bupati yang baru nantinya lebih muda. Harapannya lebih energik dan semangat menjalankan tugasnya sehingga upaya menyejahterakan masyarkat dapat diwujudkan dengan baik,” katanya.
BACA JUGA : Sosok Badingah: Sabar dan Bekerja dengan Ikhlas Menjadi
Pelaksana Harian Bupati Gunungkidul, Drajad Ruswandono mengaku tidak memiliki target khusus selama mengisi kekosangan kepala daerah. Menurut dia, tugas utama hanya memastikan agar jalannya pemerintahan di lingkup pemkab berjalan dengan baik.
“Yang terpenting operasional pemerintahan jalan karena tugas Plh hanya bersifat administratif dan tidak bisa mengambil kebijakan secara maksimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.