DPAC PKB Kulonprogo Tolak Usulan Nama Pengurus Inti

Pra musyawarah cabang (muscab) yang dilaksanakan di kantor DPC PKB Kulonprogo, Kapanewon Wates, Kulonprogo, Sabtu (27/2/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
28 Februari 2021 18:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Usulan struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kulonprogo yang diberikan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB DIY ditolak oleh sejumlah Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB Kabupaten Kulonprogo dalam pra musyawarah cabang (muscab) di kantor DPC PKB Kulonprogo, Kapanewon Wates, Kulonprogo, Sabtu (27/2/2021).

Ketua DPW PKB DIY Agus Sulistyono sejumlah nama yang diusulkan oleh DPW PKB Nama-nama yang disampaikan tersebut sedianya akan dibawa ke DPP PKB untuk mendapatkan rekomendasi.

"Adapun, lima nama yang disampaikan DPW PKB DIY hanya untuk kepengurusan inti. Untuk Ketua Dewan Syuro Ketua Noor Haris dan Sekretaris Amin Ma’ruf. Kami berikan waktu dua untuk menyelesaikan, sebelum saya bwa ke DPP,” kata Ketua DPW PKB DIY Agus Sulistyono," ujar Agus saat dikonfirmasi pada Sabtu (27/2/2021).

Sedangkan, untuk Dewan Tanfidz Ketua yakni Sihabudin, Sekretaris yakni Fitroh Nurwijoyo Legowo dan Bendahara yakni Yusron Martofa. Hanya saja, lanjut Agus, ketika dimintai tanggapan atas nama-nama tersebut DPAC belum bisa menerimanya.

Baca juga: GKR Hemas Minta Pemkab Sleman Bantu Pemasaran Sentra Industri Anyaman Bambu Moyudan

Dari kelima nama yang diusulkan oleh DPW PKB DIY, kata Agus, sebenarnya tinggal dua nama yang belum mengerucut. Sedangkan, usulan Dewan Syuro cenderung tidak ada masalah dan bisa disepakati. Begitu juga untuk kandidat ketua Dewan Tanfidz. "Hanya tinggal menyepakati untuk jabatan sekretaris dan bendahara saja," imbuhnya.

Nama-nama yang diusulkan oleh DPW PKB DIY sendiri merupakan hasil kompilasi dari usulan DPC PKB Kulonprogo, DPAC dan dari kajian sejumlah kyai Nahdlatul Ulama (NU) yang ada di Kulonprogo.

"Sebab, tantangan yang ada kian berat, dan butuh calon pengurus yang dipandang mampu. Program kerja ke depan itu juga semakin berat, makanya kami pilih pengurus yang kami pandang mampu menjalankan tugas itu. Nama-nama ini dipilih karena dirasakan cocok untuk memimpin PKB di Kulonprogo dalam lima tahun ke depan," jelas Agus.

Agenda pra muscab yang dilakukan oleh PKB, sambung Agus, menjadi pembahasan utama dalam menyepakati calon pengurus. Harapannya, sudah ada kandidat yang mengisi kepengurusan untuk dibawa ke DPP PKB guna mendapatkan rekomendasi, sehingga saat muscab tinggal diumumkan saja.

“Ini [usulan nama] tidak ditolak hanya belum disepakati saja. Kami masih yakin bisa diterima,” tegas Agus.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kulonprogo H Sihabudin mengatakan selama memimpin, dirinya sudah berjuang keras untuk menghidupkan mesin partai. Walaupun, target bisa meningkat menjadi delapan kursi masih belum tercapai. Saat ini PKB Kulonprogo mampu menempatkan lima wakil di DPRD Kulonprogo dan satu di DPRD DIY. “Kalau secara perolehan suara kami sudah berhasil meningkat,” tukasnya.

Baca juga: Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas Sejauh 1 Kilometer ke Barat Daya

Muscab kali ini, kata H Sihabudin, juga terasa berbeda karena periode kepengurusannya yakni 2017-2021 tapi baru berjalan empat tahun harus diadakan muscab. Hal tersebut menyesuaikan instruksi dan peraturan DPP PKB.

"Pada Pemilu 2019 dan Pilpres, target DPC PKB Kulonprogo untuk menambah kursi di semua daerah pemilihan belum tercapai tapi jumlah suara PKB Kulonprogo mengalami peningkatan yaitu bertambah 4.448 suara.

"Kendati masa kepengurusan kami singkat, tapi telah melaksanakan mandat dan amanah di antaranya kaderisasi, manajemen kepartaian dan menghidupkan mesin partai," pungkasnya.