Heboh Pisang Bertandan Ganda di Gunungkidul, Bisa Jadi Varietas Unggul
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Kesehatan Gunungkidul berencana memulai vakasinasi tahap kedua pada Rabu (3/3/2021). Total hingga sekarang ada sekitar 39.000 orang dari sektor pelayanan publik yang terdaftar menerima vaksin corona.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, setelah sukses menyelenggarakan vaksinasi untuk tenaga kesehatan, rencananya dilanjutkan untuk sektor pelayanan publik. Ia mengakui, proses pendataan masih berlangsung, namun hingga Senin (1/3) siang, sudah ada sekitar 39.000 orang masuk data vaksinasi.
BACA JUGA : Vaksin Sinovac Aman untuk Orang dengan Komorbid
“Pendataan terus dilakukan dan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah di lingkup pemkab,” kata Dewi, kemarin.
Menurut dia, untuk vaksinasi tahap kedua sudah dalam persiapan. Ditargetkan pada Rabu besok sudah dimulai vaksinasi di sektor layanan publik. “Rabu kami mulai vaksinasi tahap kedua. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,” katanya.
Dewi menambahkan, pelaksanaan vaksinasi akan disesuaikan dengan jumlah persediaan vaksin corona yang dimiliki. “Jumlah dosis yang ada, itu yang digunakan. Apabila ada distribusi maka akan digunakan untuk proses vaksinasi selanjutnya,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis. Menurut dia, secara umum ada target 70% penduduk Gunungkidul menerima vaksin corona.
BACA JUGA : Sultan Berharap Tak Ada Warga Jogja yang Menolak Vaksin
Meski demikian, untuk pelaksanaan sangat bergantung distribusi vaksin dari pemerintah pusat maupun Pemerintah DIY. Azis mengakui, hingga sekarang sudah ada tiga kali distribusi. Pengiriman terakhir dikirim pada Jumat (26/2) dengan jumlah vaksin sebanyak 7.115 dosis.
“Untuk pengiriman pertama dan kedua digunakan vaksin bagi kalangan medis. Sedangkan distribusi ketiga akan digunakan untuk vaksin bagi pelayan publik,” katanya.
Azis berharap distribusi vaksin dapat berjalan lancar sehingga proses penyuntikan tidak terganggu. “Kami tergantung pengiriman dari dinas kesehatan provinsi. Sedangkan provinsi menunggu pengiriman dari Pemerintah Pusat,” ujarnya.
BACA JUGA : Harap Sabar! Masyarakat Umum di Jogja Belum Akan
Ditambahkan dia, untuk vaksinasi Sinovac, penerima vaksin akan disuntik sebanyak dua kali dengan rentang waktu 14 hari. Adapun tempat penyimpanan vaksin juga tidak masalah karena dinas kesehatan memiliki ruangan khusus sebagai tempat penyimpanan.
“Penyimpanan vaksinasi corona tidak beda jauh dengan yang lain karena ditempatkan di ruangan khusus dengan pengaturan suhu tertentu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.