Harga BBM 19 September 2026, Pertamax hingga Shell Naik
Harga BBM 19 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal bulan. Cek harga Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell terbaru.
Dari kiri ke kanan, Sujud Dartanto, Arsita Pinandita, dan Rain Rosidu dalam acara Sarasehan Budaya di Gedung Societet TBY, Kamis (4/3). (Harian Jogja/ Sirojul Khafid)
Harianjogja.com, JOGJA-Seiring dengan perjalanan waktu, pengalaman seorang seniman dalam menghasilkan karya semakin berkembang. Tidak hanya pengalaman subjektif dan objektif, seniman juga bisa mendapatkan pengalaman intersubjektif. Hal ini merupakan paparan Rain Rosidu dalam acara sarasehan budaya di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Pengalaman subjektif merupakan sesuatu yang berasal dari internal seniman. Pengalaman objektif berasal dari luar diri seniman. Sementara intersubjektif merupakan jejaring antar individu melalui komunikasi.
Di dunia yang modern dan akrab dengan jaringan Internet, interaksi antar-individu menjadi beragam dan intens. Dahulu, karya yang agung berasal dari sisi individu seniman. “Eksklusifitas. Karya semakin bernilai tinggi apabila eksklusif, tunggal, tidak ada yang lain,” kata Rain dalam sarasehan bertema Seni di Era Data Raya (Big Data) Simulasi, Peluang, dan Apresiasi di Gedung Societet TBY, Kamis (4/3).
Saat ini banyak perubahan berkesenian, termasuk dari adanya big data. Karya yang dahulu terlahir dari perspektif kemanusiaan, kini semakin beragam. Berkembangnya dunia data juga bisa untuk menilai sikap atau pandangan seorang seniman.
“Statistik seniman bisa dibaca, misal seniman berkata dia peduli dengan perempuan. Namun dilihat dari lukisannya, [ternyata] memperlihatkan tidak peduli perempuan,” kata Rain yang juga seorang kurator seni.
Teknologi yang semakin canggih dan mendekatkan seniman dengan penikmatnya juga mengubah sisi ekonomi. Dahulu, pihak galeri, museum, ataupun balai lelang menjadi pihak yang dominan menentukan arah karya seniman. Sementara beberapa hal tersebut kebanyakan dimiliki pemerintah atau pihak swasta yang besar.
Rain mencontohkan acara pameran Artjog yang merupakan swadaya seniman menjadi acara yang populer. Banyak seniman yang secara sukarela memamerkan karyanya. Masyarakat penikmat seni maupun umum juga bisa datang dan membuat acara ini bergema sampai luas.
Pengaruhi Selera
Menurut Arsita Pinandita, big data memengaruhi selera. Saat seseorang bermain media sosial misalnya, mesin akan melacak algoritma aktivitasnya, teman yang dia ikuti, dan lainnya. Setelah itu akan ada umpan balik yang akan pengguna dapat secara terus-menurus. Hal ini sedikit banyak membentuk selera seseorang. “Kita sedang berada di wilayah seni yang berhubungan dengan sains dan teknologi,” kata Arsita yang juga berkegiatan sebagai dosen di Institut Teknologi Telkom Purwokerto.
Perkembangan perilaku masyarakat juga berpengaruh terhadap pasar seni, yang bisa jadi mengarah pada sistem digital. Dosen ISI Jogja Sujud Dartanto mengatakan big data kini kawin silang dengan industri. Beberapa kemungkinan yang terjadi, pembeli seni dan penjual sudah tidak ada perantara lagi. “Penjual bisa langsung mendapatkan pembelinya. Karya seni lukisan ditandai dengan chip untuk otentivitas karya,” kata Sujud yang juga merupakan kurator seni.
Namun semua perkembangan teknologi juga perlu berbarengan dengan adanya payung hukum. Penjualan atau bekerja di bidang digital memiliki risiko yang besar. “Apabila tidak dilindungi hukum, rawan disalahgunakan,” kata Sujud.
Diskusi ini merupakan kegiatan rutin dari TBY. Selain tetap mengutamakan protokol kesehatan dalam penyelenggaraannya, tema-tema diskusi juga untuk menyikapi kondisi dunia seni saat ini. “Banyak yang perlu dikembangkan dan inovasi di masa pandemi seperti ini,” kata Kepala TBY Diah Tutuko. Diskusi yang kali ini diikuti oleh seniman seni rupa dari berbagai daerah ini, diharapkan bisa menjadi bahan pengetahuan untuk nantinya tetap berjalan dan berkreasi. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga BBM 19 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal bulan. Cek harga Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell terbaru.
BMKG memprediksi musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat di 529 ZOM akibat El Nino sangat kuat yang bertahan hingga awal 2027.
Kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla tembus 151.000. Kemenkes mengerahkan 1.898 tenaga kesehatan ke tujuh provinsi.
BDx mulai membangun data center AI 640 MW di Jatiluhur. Gedung pertama berkapasitas 120 MW ditargetkan beroperasi awal 2027.
Harga emas Antam hari ini turun Rp1.000 menjadi Rp2.627.000 per gram. Simak harga emas Antam 0,5 gram hingga 1.000 gram.
RUU Reforma Agraria disahkan DPR hari ini. Regulasi ini mengatur pembentukan LPRA yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.