Staf Khusus Presiden Apresiasi Museum Terapkan Konsep Virtual

Kepala Museum Benteng Vredeburg (MBV) Suharja (paling kiri) saat mendampingi Koordinator Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana melihat sejumlah koleksi museum, Jumat (13/3/2021). - Ist/mbv.
13 Maret 2021 07:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Museum yang menyimpan berbagai cagar budaya maupun benda bersejarah didorong untuk menerapkan konsep yang kekinian dalam mengedukasi pengunjung. Staf Khusus Presiden RI mendorong agar pengelola museum mengedepankan proses kreatif dalam menyuguhkan koleksi. Museum Benteng Vredeburg dinilai bisa menjadi contoh dalam menerapkan virtual museum.

Koordinator Staf Khusus Presiden RI Ari Dwipayana mengatakan, metode penyuguhan koleksi museum dengan proses kreatif harus diperbanyak agar pengunjung terutama anak muda tertarik. Selain itu cara menyajikan yang kekinian dapat meminimalisasi pengunjung tidak bosan sehingga ingin datang kembali.

BACA JUGA : Di Tengah Pandemi, Museum Dituntut Beradaptasi

“Selain itu anak-anak bisa memiliki kenyamanan tersendiri ketika datang ke museum ini, karena bisa belajar sejarah sembari bermain menggunakan kecerdasan buatan,” katanya di sela-sela melakukan kunjungan ke Benteng Vredeburg, Jumat (13/3/2021).

Ari menilai metode yang disajikan oleh Vredeburg melalui virtual museum sebaiknya ditiru oleh museum lain di Indonesia. Apalagi di masa pandemi yang mengharuskan pengunjung mengurangi kontak langsung. Sehingga pengunjung bisa mengetahui lewat virtual isi museum dan bisa mendapatkan pengetahuan secara langsung

“Inovasi museum harus sesuai dengan minat dan perhatian anak milenial zaman sekarang, virtual museum yang diterapkan Benteng Vredeburg ini sebaiknya ditiru museum lain,” ujarnya.

BACA JUGA : Berkunjung ke Museum Wajib Prokes

DIY memiliki banyak cagar budaya maupun benda bersejarah peninggalan saat perang kemerdekaan. Ke depan perlu memanfaatkan benda tersebut dengan baik untuk kepentingan edukasi supaya memberikan pendidikan bagi anak muda. Selain itu heritage juga dapat bermanfaat secara ekonomi terutama mendorong pariwisata budaya.

Namun untuk memberikan edukasi melalui wisata menjadi tantangan tersendiri dalam mengemas heritage tersebut supaya menghadirkan cerita yang menarik bagi masyarakat, selain itu harus menggunakan metode kekinian.

“Di sana butuh proses kreatif oleh pengelola, dan kami melihat pengelola Benteng Vredeburg ini sudha mulai mengarah ke arah digital, terutama saat pandemi ini dengan menerapkan sistem online lewat virtual museum,” ucapnya.

Kepala Museum Benteng Vredeburg Jogja Suharja mengatakan konsep kekinian harus diterapkan dalam mengelola museum agar menarik bagi pengunjung. Ia memastikan telah menerapkan konsep tersebut dengan mengandeng kaum milenial. Ia mencontohkan dalam pameran yang digelar bulan ini juga menghadirkan influencer seperti Youtuber Ucup Klaten dan penyanyi Tri Suaka.

BACA JUGA : Menuju New Normal, Ini Persiapan Museum di DIY

“Kalangan milenial ini kami gandeng, termasuk komunitas, kami berusaha menyuguhkan agar pengunjung museum ini tidak membosankan. Termasuk layanan online, tiket online sudah lama diterapkan, kami terus lakukan perbaikan dan pengembangan untuk mengarah ke digital,” ujarnya.