UGM Klarifikasi Terkait Viral Tarif Rp129.500 di Wisdom Park, Ini Penjelasannya
UGM mengklarifikasi viralnya tarif Rp129.500 di Wisdom Park. Kegiatan pembelajaran dan olahraga outdoor tetap gratis dengan ketentuan tertentu.
Kepala Museum Benteng Vredeburg (MBV) Suharja (paling kiri) saat mendampingi Koordinator Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana melihat sejumlah koleksi museum, Jumat (13/3/2021). /Ist-mbv.
Harianjogja.com, JOGJA—Museum yang menyimpan berbagai cagar budaya maupun benda bersejarah didorong untuk menerapkan konsep yang kekinian dalam mengedukasi pengunjung. Staf Khusus Presiden RI mendorong agar pengelola museum mengedepankan proses kreatif dalam menyuguhkan koleksi. Museum Benteng Vredeburg dinilai bisa menjadi contoh dalam menerapkan virtual museum.
Koordinator Staf Khusus Presiden RI Ari Dwipayana mengatakan, metode penyuguhan koleksi museum dengan proses kreatif harus diperbanyak agar pengunjung terutama anak muda tertarik. Selain itu cara menyajikan yang kekinian dapat meminimalisasi pengunjung tidak bosan sehingga ingin datang kembali.
BACA JUGA : Di Tengah Pandemi, Museum Dituntut Beradaptasi
“Selain itu anak-anak bisa memiliki kenyamanan tersendiri ketika datang ke museum ini, karena bisa belajar sejarah sembari bermain menggunakan kecerdasan buatan,” katanya di sela-sela melakukan kunjungan ke Benteng Vredeburg, Jumat (13/3/2021).
Ari menilai metode yang disajikan oleh Vredeburg melalui virtual museum sebaiknya ditiru oleh museum lain di Indonesia. Apalagi di masa pandemi yang mengharuskan pengunjung mengurangi kontak langsung. Sehingga pengunjung bisa mengetahui lewat virtual isi museum dan bisa mendapatkan pengetahuan secara langsung
“Inovasi museum harus sesuai dengan minat dan perhatian anak milenial zaman sekarang, virtual museum yang diterapkan Benteng Vredeburg ini sebaiknya ditiru museum lain,” ujarnya.
BACA JUGA : Berkunjung ke Museum Wajib Prokes
DIY memiliki banyak cagar budaya maupun benda bersejarah peninggalan saat perang kemerdekaan. Ke depan perlu memanfaatkan benda tersebut dengan baik untuk kepentingan edukasi supaya memberikan pendidikan bagi anak muda. Selain itu heritage juga dapat bermanfaat secara ekonomi terutama mendorong pariwisata budaya.
Namun untuk memberikan edukasi melalui wisata menjadi tantangan tersendiri dalam mengemas heritage tersebut supaya menghadirkan cerita yang menarik bagi masyarakat, selain itu harus menggunakan metode kekinian.
“Di sana butuh proses kreatif oleh pengelola, dan kami melihat pengelola Benteng Vredeburg ini sudha mulai mengarah ke arah digital, terutama saat pandemi ini dengan menerapkan sistem online lewat virtual museum,” ucapnya.
Kepala Museum Benteng Vredeburg Jogja Suharja mengatakan konsep kekinian harus diterapkan dalam mengelola museum agar menarik bagi pengunjung. Ia memastikan telah menerapkan konsep tersebut dengan mengandeng kaum milenial. Ia mencontohkan dalam pameran yang digelar bulan ini juga menghadirkan influencer seperti Youtuber Ucup Klaten dan penyanyi Tri Suaka.
BACA JUGA : Menuju New Normal, Ini Persiapan Museum di DIY
“Kalangan milenial ini kami gandeng, termasuk komunitas, kami berusaha menyuguhkan agar pengunjung museum ini tidak membosankan. Termasuk layanan online, tiket online sudah lama diterapkan, kami terus lakukan perbaikan dan pengembangan untuk mengarah ke digital,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM mengklarifikasi viralnya tarif Rp129.500 di Wisdom Park. Kegiatan pembelajaran dan olahraga outdoor tetap gratis dengan ketentuan tertentu.
Kopi jumbo 1,5 liter viral di Korea Selatan. Selain tampil unik di media sosial, minuman ini dinilai lebih hemat di tengah inflasi.
Jogja Bay menghadirkan Bay Culture Show bertema Ramayana di Kolam Ombak. Simak jadwal pertunjukan Oktober 2026 dan harga tiket mulai Rp90.000.
OJK DIY mencatat lebih dari 12.000 laporan penipuan digital hingga September 2026 dengan potensi kerugian melampaui Rp100 miliar.
Guru Besar UKI Angel Damayanti mengingatkan potensi penyalahgunaan gim online untuk propaganda ekstremisme dan mendorong penguatan literasi digital.
Sebanyak 244 personel gabungan memadamkan kebakaran hutan Gunung Lawu. Medan sulit dan angin kencang menghambat penanganan api.