Terapkan Prokes Ketat, Perayaan Misa Jumat Agung Berlangsung Khidmat

Sejumlah jemaat memasuki halaman gereja untuk mengikuti misa perayaan ibadah Jumat Agung di Gereja Katolik Santo Antonius Padua Kotabaru, Jumat (2/4/2021). - Harianjogja/Yosef Leon.
02 April 2021 15:57 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Perayaan ibadah ekaristi Jumat Agung di Gereja Katolik Santo Antonius Padua, Kotabaru berlangsung dengan khidmat pada Jumat (2/4) sore. Sama seperti tahun lalu, perayaan Jumat Agung kali ini merupakan yang kedua kalinya digelar dalam masa pandemi Covid-19.

Wakil Ketua II Panitia Paskah Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru, Emmelia Ratnawati mengatakan, pihaknya menggelar perayaan misa Jumat Agung sebanyak tiga kali di gereja itu. Ibadah misa berlangsung pada pukul 14.00 Wib, 16.30 Wib, dan 19.00 Wib dan digelar secara tatap muka maupun daring.

BACA JUGA : Taat Prokes, Gereja Katedral Terapkan Sejumlah Aturan

Pada ibadah tatap muka, panitia hanya membatasi jumlah jemaat sebanyak 350 orang dan hanya dikhususkan bagi jemaat di Kotabaru. Mereka juga diwajibkan untuk mengantongi tanda pengenal yang sebelumnya telah lebih dulu didaftarkan melalui masing-masing lingkungan.

"Dari sebanyak 24 lingkungan di Kotabaru kami membatasi jemaat yang boleh ikut misa tatap muka dengan kuota 40 orang per lingkungan," imbuhnya.

Saat memasuki area dalam gereja, jemaat diwajibkan mengenakan kartu tanda pengenal, mengecek suhu terlebih dahulu dan mencuci tangan serta registrasi berdasarkan nama lingkungan dan nomor kursi.

"Jadi tiap jemaat sudah punya nomor kursi masing-masing di tanda pengenalnya. Sehingga kalau tidak bawa otomatis tidak bisa masuk," katanya.

BACA JUGA : Polda DIY Sebut Misa Natal Berjalan Sesuai Prokes

Panitia gereja memang menyediakan tempat khusus bagi jemaat luar kota, namun penyediaan itu hanya dikhususkan bagi kondisi tertentu saja dan belum dapat menampung jemaat di luar dari lingkungan gereja.

Sementara, pengamanan di area sekitar gereja juga tampak diperketat. Panitia bersama personel penjagaan membatasi sisi timur dan barat gereja dengan pagar besi guna mencegah kendaraan masuk.

Prokes Ketat

Pada perayaan Jumat Agung kali ini, Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru mengambil tema Berani Bangkit Bersama Kristus untuk Bertemu dan Berbuah. Tema itu merupakan turunan yang diambil dari tema besar yang diusung oleh Keuskupan Agung Semarang (KAS).

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Gereja Kristus Raja Baciro, Augustinus Winduaji. Ia menjelaskan pada gelaran misa pekan suci paskah tahun ini pihaknya memberlakukan penerapan protokol kesehatan yang maksimal guna mencegah penyebaran Covid-19.

Satu bulan sebelumnya, masing-masing lingkungan yang berada di wilayah itu telah lebih dulu melakukan pendataan bagi jemaat yang akan ikut serta dalam pelaksanaan misa secara tatap muka.

BACA JUGA : Perketat Prokes, Gereja Ganjuran Batasi Jumlah Jemaat

Tak terkecuali bagi jemaat luar kota yang akan melangsungkan ibadah di tempat itu. Mereka akan diberikan kartu tanda pengenal serta mesti melampirkan surat keterangan negatif Covid-19.

"Kuota tetap kami batasi bagi jemaat yang akan ikut misa offline. Maksimal itu 20 persen dari jumlah normal," imbuhnya.

Di masa normal, Gereja Kristus Raja Baciro sedikitnya bisa menampung jemaat hingga tiga ribu orang. Karena di masa pandemi, jumlah itu dikurangi menjadi kurang dari 20 persen saja.

Misa Daring

"Kami maksimalkan lewat misa daring. Sementara yang misa tatap muka jumlahnya itu paling sekitar 500 orang sudah dengan petugas dan tetap sesuai dengan protokol kesehatan yang ditentukan serta standar protokol yang berlaku," ujarnya.

Windu menambahkan, pelaksanaan ibadah pekan suci di gereja itu sendiri telah dimulai sejak Rabu lalu. Masing-masing perayaan meliputi Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah minimal digelar dua kali secara tatap muka.

BACA JUGA : Satpol PP Dikerahkan untuk Membidik Pelanggar Prokes

Untuk itu, dalam setiap jeda misa, petugas akan melakukan pensterilan area dalam dan luar gereja dengan menggunakan lampu UVC germicidal yang mengandung sinar ultraviolet.

"Cek suhu, penggunaan masker dan cuci tangan tetap akan dipandu petugas dan akan diurai jika sewaktu-waktu timbul kerumunan saat antre masuk ke dalam gereja," katanya