Tak Lagi Diterima Jadi Personel Satpol PP DIY, Pria Kulonprogo Ini Pilih Gantung Diri

Ilustrasi Bunuh Diri
04 April 2021 19:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Seorang pria ditemukan tewas gantung diri di rumahnya yang berada di Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo pada Minggu (4/4/2021). Korban nekat gantung diri diduga depresi setelah keluar dari pekerjaannya dahulu di Satpol-PP DIY.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan pria yang ditemukan tewas gantung diri di dapur tersebut bernama Dimas Kuncoro Jati, 26, warga Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo.

"Korban ditemukan oleh salah satu anggota keluarga sudah dalam posisi menggantung pada blandar dapur dengan menggunakan tali tambang plastik warna hijau kurang lebih 1,5 meter," ujar Jeffry pada Minggu (4/4/2021).

BACA JUGA: Sejumlah Destinasi Wisata di Bantul Ini Ramai Wisatawan Saat Libur Paskah

Sejumlah anggota keluarga korban kemudian menolong mendiang Dimas Kuncoro Jati dengan cara memotong tali tambang plastik yang digunakan oleh korban untuk mengakhiri hidupnya. Kemudian, menurunkan korban.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan dari Ibu mendiang Dimas Kuncoro Jati, korban depresi karena keluar dari pekerjaannya sebagai personel di Satpol-PP DIY. Korban berkeinginan untuk masuk kembali menjadi personel Satpol-PP DIY, akan tetapi tidak diterima.

"Keluarga korban selanjutnya membuat surat pernyataan dan disaksikan oleh perangkat desa. Kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Nanggulan," imbuhnya.

Berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan di Puskesmas Nanggulan kepada korban, diketahui tidak terdapat adanya bekas tindak penganiayaan. "Ditemukan bekas jeratan pada leher korban, keluar air mani," ungkapnya.

Catatan Redaksi:

Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan hal serupa. Bila Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567.