Kader PKS Siap Bendung Radikalisme dan Terorisme

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat membuka Rakerda DPD PKS Sleman di Desa Wisata Grogol, Seyegan, Minggu (4/4/2021). - Harian Jogja/ Abdul Hamid Razak.
05 April 2021 06:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Paham radikalisme dan terorisme yang sudah menyentuh kalangan milenial perlu diantisipasi semua pihak. Kader partai diajak untuk ikut menjaga keamanan negara dari aksi radikalisme dan terorisme.

Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sleman Indra Gumilar mengatakan PKS Sleman menentang keras gerakan radikalisme dan aksi terorisme yang menimbulkan dampak teror kepada masyarakat.

"Apa yang terjadi belakangan ini, itu tidak mewakili kaum muslimin. Kami menolak keras dan mengutuk aksi-aksi seperti itu yang biasanya diidentikkan dengan Islam," katanya di sela kegiatan Rakerda DPD PKS Sleman di Desa Wisata Grogol, Seyegan, Minggu (4/4).

BACA JUGA : PKS Kulonprogo Berambisi Raih 40.000 Suara Pada Pemilu

Agar terlepas dari gerakan radikalisme dan terorisme, lanjut Indra, maka kuncinya adalah melalui penyadaran. Apalagi, katanya, gerakan radikalisme dan aksi terorisme saat ini sudah menyentuh kalangan milenial. "Kami, PKS punya bidang kepemudaan. Dengan gerakan-gerakan kepemudaan, kami akan ikut memberikan penyadaran bahwa aksi tersebut tidak dibenarkan," kata Indra.

PKS akan melakukan gerakan-gerakan penyadaran kepada masyarakat dan kaum milenial dengan berbagai cara. Bentuk-bentuk penyadaran yang dilakukan, lanjutnya, tidak melulu dengan cara pengajian tetapi dengan kegiatan positif lainnya.

"Kami akan melakukan pendekatan kepada generasi muda agar lebih melek dengan kondisi bangsa. Pendekatannya dilakukan dengan pendekatan milenial, seperti media sosial dan wirausaha," katanya.

Indra mengatakan, tekad PKS untuk ikut membendung paham radikalisme dan terorisme tersebut merupakan hasil dari rapat pleno terkait program kerja partai lima tahun ke depan.

BACA JUGA : PKS Akui Kekalahan Suharsono-Totok, Siap Jadi Oposisi 

"Kami menyusun enam sikap politik sebagai partai Islam yang rahmatan lil alamin. Termasuk merancang pemulihan ekonomi dampak dari pandemi Covid-19," katanya.

PKS juga berinisiatif menerapkan politik hijau dan ramah lingkungan demi terjadinya pembangunan berkelajutan di Sleman. Mereka juga akan terus berkontributif untuk aksi-aksi kemanusiaan, sosial dan budaya.

"Kami mengajak semua pihak untuk mewujudkan Sleman sembada yang sejahtera, kondusif, aman dari radikalisme dan terorisme berdasarkan nilai aktualisasi Pancasila dan UUD 1945," katanya.

Menanggapi hal itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang membuka pelaksanaan Rakerda PKS Sleman mengatakan sudah saatnya partai politik untuk ikut serta memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahayanya paham radikalisme dan terorisme.

"Terorisme itu harus diberantas bersama-sama. Apalagi sasarannya saat ini kaum milenial. Kader-kader partai harus ikut memberikan penyadaran kepada masyarakat," kata Kustini.