DeepSeek Gangguan 5 Jam, Pelanggan Berbayar Dapat Refund
DeepSeek mengalami gangguan selama lima jam. Pelanggan berbayar mendapat kredit pengembalian dana, sementara kebutuhan komputasi jadi sorotan.
Siswa mengikuti Asesmen Nasional (AN) di SMP 5 Jogja, Gondokusuman, Senin (5/4/2021). /ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, BANTUL - Pelaksanaan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) untuk 13.157 siswa SMP/MTS Negeri dan swasta serta kejar paket B di Bantul pada hari pertama, Senin (5/4/2021) berjalan lancar.
Selain menerapkan protokol kesehatan ketat, ujian pengganti ujian nasional ini juga tidak terkendala listrik dan jaringan.
"Secara garis besar, di hari pertama, semua lancar. Tidak ada masalah dengan listrik dan jaringan," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko, Senin (5/4/2021).
Baca juga: Pemda DIY Akui Banyak Pelanggaran Selama PPKM
Hal sama juga diungkapkan oleh pengawas ASPD di SMP 2 Pundong, Tri Rahayu. Perempuan yang juga humas SMP1 Pundong ini mengungkapkan pada ASPD hari pertama ini ada sebanyak 131 siswa di SMP 2 Pundong yang mengikuti ujian. Mereka dibagi menjadi dua sesi dan memanfaatkan 4 ruangan berbeda di SMP 2 Pundong.
"Jadi satu ruangan hanya diisi 17 siswa. Ujian dilakukan secara daring, dimana siswa langsung mengisi ujian di PC yang telah disediakan. Hari ini, mata pelajaran yang diujikan Bahasa Indonesia. Untuk sesi pertama digelar pukul 07.30 WIB dan sejauh ini berjalan lancar. Jaringan dan listrik tidak ada masalah," kata Tri.
Tri mengungkapkan, sebelum masuk dalam ruangan, para peserta ujian terlebih dahulu dicek suhu tubuh, wajib menggunakan masker dan harus mencuci tangan lebih dahulu. Selain itu, SMP 2 Pundong juga menggandeng Satgas Covid Kecamatan Pundong untuk penerapan protokol kesehatan.
Baca juga: Magister Kebidanan UNISA Jogja Gelar Pengabmas Internasional
"Selain itu penerapan jaga jarak juga dilakukan di ruangan," katanya.
Meski ujian dilakukan secara daring, akan tetapi Disdikpora Bantul mencatat ada beberapa peserta yang terpaksa menjalani ujian secara manual. Hal ini disebabkan, peserta ujian tersebut sedang sakit, kecelakaan dan ada juga yang harus menjalani ujian di lembaga pemasyarakatan.
"Untuk jumlahnya tidak banyak. Mereka bisa mengisi kertas yang disediakan. Pelaksanaan ujian pun tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," ucap Isdarmoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DeepSeek mengalami gangguan selama lima jam. Pelanggan berbayar mendapat kredit pengembalian dana, sementara kebutuhan komputasi jadi sorotan.
PSS Sleman menyampaikan duka atas kecelakaan rombongan suporter menuju Surabaya yang dilaporkan menewaskan empat orang dan melukai sejumlah lainnya.
Survei PPI mencatat 65,2% responden puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Survei melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi.
DPRD Bantul meminta tambang pasir ilegal dan bangunan di zona inti Gumuk Pasir Barchan ditertibkan untuk mendukung restorasi alami.
Pemerintahan Prabowo-Gibran menyiapkan 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun dan menargetkan penyerapan 37.833 tenaga kerja.
Menteri HAM Natalius Pigai menekankan pemerataan stok BBM di Bali setelah antrean SPBU mulai terkendali, tetapi Pertamax masih belum tersedia di sejumlah lokasi