Wayang Kulit Meriahkan Tukar Budaya Magelang-Karanganyar
Tukar budaya Magelang–Karanganyar meriah dengan wayang kulit dan peluncuran Gerakan Sanggar Seni Sekolah di Secang.
Unggahan tentang perbandingan kuliner Solo dan Jogja. /Ist-tangkapan layar Twitter
Harianjogja.com, JOGJA-- Ada-ada saja yang dilakukan warganet di media sosial. Di media sosial, warganet memang bebas mengekspresikan apa yang ingin diungkapkannya. Bahkan, apa yang diunggahnya bisa disaksikan oleh warganet dari seluruh dunia.
Baru-baru ini, seorang warganet melalui akun Twitternya membuat sebuah rangkaian tulisan menarik di media sosial Twitter. Warganet dengan nama akun @agamoneanggono membuat rangkaian tulisan yang berisi membandingkan kuliner Solo dan Jogja. Tulisan tersebut dikemas dalam bahasa humor sehingga akan mengundang tawa orang yang membacanya.
"Kuliner Yujo kalo diduelkan sama Solo, jelas menang Solo bgt. Mau mulai dari mana?," tulisnya, pada Kamis (8/4/2021).
Ia pun memulainya dengan menu olahan kambing. Menurutnya, untuk makanan kambing meski di DIY ada banyak yakni di Bantul, ada perbedaan khas dengan Solo.
"Utk olahan kambing, kota Solo vs Provinsi DIY (yg katanya Bantul adalah pusatnya olahan kambing) bisa menang mudah di sektor kuah dan bakar, diwakili gule, tengkleng Solo dan sate buntel, sedangkan Di sektor tongseng menurutku hasilnya seri, atau unggul Solo tipis.".
Namun, ada nilai lebih dari olahan di DIY. "Nilai plusnya di DIY harga olahan kambing jauh lebih murah dari Solo yg menurutku udah kemahalan." katanya.
Adapun untuk gudeg yang menjadi menu andalan di DIY, menurutnya di Solo lebih unggul. "Lanjut ke sektor yg sangat diandalkan dari DIY, yaitu gudeg, untuk variannya jelas lebih banyak di DIY, tp semua itu gak ada artinya kalo udah ketemu gudeg Adem Ayem di Solo. Sangat menyedihkan," katanya.
Adapun di jenis bakmi Jowo, ia mengakui keunggulan DIY. Sampai di sini, ia mememberikan skor 3-1 untuk Solo. "Di sektor bakmi jowo, harus diakui DIY unggul, perlu diapresiasi utk ini, karena pemilihan bakminya dan ayam kampungnya. Skor sementara 3-1 utk Solo." tulisnya.
Selanjutnya, untuk jenis soto, menurutnya Solo lebih unggul. Bahkan ia mengatakan DIY gak bisa masak soto dengan pantas. "Pertandingan berlanjut ke sektor soto, di sektor ini Solo menang telak, varian ayam maupun sapi, aku rasa memang DIY gak bisa masak kuliner yg sangat simpel ini dengan pantas. Memalukan!," katanya.
Jenis yang dibandingkan selanjutnya adalah mi ayam dan bakso, Menurutnya, jelas Solo lebih menang karena mi ayam Wonogiri yang masih kawasan Soloraya, telah menjelajah kemana-mana baik di Solo bahkan sampai DIY dan hingga Jabodetabek.
Selanjutnya, ia menyebutkan sejumlah kuliner yang ada di Solo namun tidak ada di DIY. Tentu saja, kuliner ini menambah nilai skor untuk Solo. Di antaranya adalah selat dan sego liwet. Jadi, skornya 7-1 untuk Solo.
Namun, ada satu jenis kuliner yang ada di DIY tetapi tidak ada di Solo, yaitu mangut lele. Nilai ini menambah skor DIY menjadi 7-2 untuk Solo.
"Pertandingan seperti mulai menjurus ke bullying, ini gak fair. Official team dari DIY menanyakan ke juri kapan sektor mangut lele akan dipertandingkan, juri lalu menghampiri tim Solo, nampaknya Solo mengikhlaskan sektor ini, DIY menang, game on! 7-2," tulisnya.
Sejumlah kuliner lain yang disebutkannya yakni yakni ayam goreng Bu Better dan Widuran yang dianggap lebih unggul daripada auam goreng Bu Tini dan Suharti. Ditambah bebek goreng Pak Slamet, Solo semakin unggul 9-2.
Ia juga membandingkan masakan babi, yang menurutnya babi kuah dan sate babi Pak Ciwir lebih enak daripada babi panggang Batak dan sate babi Bali yang ada di Jogja.
"Di nomor babi, Solo membawa babi kuah dan sate babi pak Ciwir, sedangkan DIY diwakili babi panggang Batak dan babi guling Bali, juri terlihat bingung krn di regulasi pertandingan hal ini tdk diperbolehkan, diputuskan tim DIY dapat kartu merah dari juri dan pengawas pertandingan."
Perbandingan serupa juga ditunjukkan untuk masakan daging anjing. Di nomor ini Solo membawa rica asu pak Gendon, sehingga skornya 11-2.
Jenis yang diperbandingkan selanjutnya adalah wedangan. Meski Jogja dikenal dengan angkringannya, namun menurutnya teh di Solo lebih enak. "Teh, sudah jelas milik Solo, belum ada teh di negeri ini yg mampu mengalahkan kemahsyuran teh di Solo, bahkan Tegal, Slawi atau Pekalongan yg merupakan empunya teh. Lewat racikan teh oplosan dr berbagai daerah menjadikan Solo sbg rumah dari kultur teh nasional." tulisnya.
Terakhir adalah sektor kudapan. Di sini, ia menyimpulkan bahwa kuliner Solo menang telak dari Jogja.
"Berlanjut ke sektor kudapan yg meliputi petolo mayang, cabuk rambak, jadah, kroket, jenang grendul, intip goreng, bakpia, yangko dll. Juri memutuskan utk memberi angka ke DIY krn dari beberapa macam yg Solo punya di sektor kudapan, bakpia dan yangko mampu outstanding. 13-3! Yay!," tulisnya.
Nah, itulah perbandingan kuliner Solo dan Jogja oleh warganet bernama Agamone dengan nama akun @agamoneanggono yang memiliki 592 pengikut dan mengikuti 277 akun.
Unggahan ini ternyata mendapatkan banyak respon dari warganet. Ini terbukti dengan sehari setelah diunggah, dibagikan ulang hingga 201 kali dikomentari 147 kali dan disukai 282 kali.
Ia menambahkan menurutnya kuliner Jogja terlalu dibesar-besarkan.
"Kuliner Yujo overrated, baik yg legendaris maupun yg baru, menurutku karena pelanggannya kebanyakan mahasiswa yg secara lidahnya tidak kompeten. Yg paling bener dari kuliner Yujo adalah bakpia pathuk dan yangko, udah itu aja," katanya.
Nah, bagi Anda orang Jogja, setuju tidak?
Kuliner Yujo kalo diduelkan sama Solo, jelas menang Solo bgt. Mau mulai dari mana?
— Agamone (@agamoneanggono) April 8, 2021
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tukar budaya Magelang–Karanganyar meriah dengan wayang kulit dan peluncuran Gerakan Sanggar Seni Sekolah di Secang.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (23/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Sri Widiastuti, nasabah BPR Syariah Dharma Kuwera, memenangkan Mitsubishi Xpander setelah konsisten menabung sejak 2022.
Prabowo Subianto dijadwalkan menjadi saksi akad nikah Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovi di JCC, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Sleman lolos seleksi nasional tahap II UCCN 2027 bidang Film dan memperkuat ekosistem perfilman untuk mendorong ekonomi kreatif daerah.