6 Kaveling Borobudur Highland Dilirik Investor

Aksi salah satu pembalap di Indurocs yang digelar di kawasan Borobudur Highland, Deloano. -Harian Jogja - Jumali
14 April 2021 14:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KALIBAWANG--Sebanyak 17 kaveling yang disiapkan oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) tahun ini di wilayah Borobudur Highland yang mempunyai lahan sekitar 300 hektare, enam di antaranya sudah dilirik oleh investor.

Direktur Industri dan Kelembagaan Badan Otorita Borobudur, Bisma Jatmika, mengatakan dari 17 kavling yang disiapkan oleh BOB tahun ini, setiap kavlingnya mampu dibangun sekitar 60 sampai dengan 80 kamar.

"Enam letter of intent [LOI] sudah masuk ke kami ya dan siap masuk ke Borobudur Highland. Enam kaveling siap untuk dibangun. Kita persiapkan 17 kavling untuk resort. Itu sudah memperhitungkan carrying capacity ya," ujar Bisma pada Rabu (14/4/2021).

BACA JUGA : Pembangunan Borobudur Highland Diminta Libatkan Warga

Lebih lanjut, investor yang melirik enam kavling di Borobudur Highland berasal dari grup usaha yang sama. Sedangkan, dua di antaranya bukan berasal dari grup usaha yang sama.

"Dari 17 kaveling, enam sudah ada yang minta dan serius hingga sudah membuat design hotel dan resort seperti apa. Total ada empat yang sudah mempunyai komitmen dengan kami (BOB). Empat investor merupakan pemilik hotel dan properti," kata Bisma.

Bisma belum bisa menyebutkan nilai investasi dari enam kavling yang sudah dilirik oleh sejumlah investor. Terlebih, satu resort di Borobudur Highland mampu dibangun sekitar 60 sampai dengan 80 kamar.

"Nilai investasi belum paham berapa ya. Gambarannya adalah resort bintang empat dikelola oleh internaTional chain. Satu resort sekitar 60 sampai dengan 80 kamar. Kita belum tahun nilai investasinya berapa," ujar Bisma.

BACA JUGA : Proyek Borobudur Highland Mulai Dilirik Investor

Pembangunan resort sendiri ditargetkan untum dimulai pada 2022. Investor yang sudah sepakat untuk bekerjasama dengan BOB rencananya sudah bisa melakukan ground breaking pembangunan resort pada 2022 mendatang.

"2022 teman teman investor bisa ground breaking. Inilah yang ditunggu tunggu ya. Bagaimana lokasi kami bisa menimbulkan efek investasi, penyerapan tenaga kerja,dan penyerapan produk-produk lokal," kata Bisma.

Adapun, lahan Borobudur Highland sendiri sekitar 300 hektare di wilayah kabupaten Purworejo, Jawa Tengah sudah masuk dalam tahap finalisasi. Artinya, status lahan Borobudur Highland diklaim oleh Bisma sudah sah.

"Lahan seluas 300 hektare status lahan sudah clear dan finalisasi karena sudah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Perum Perhutani. Tahun ini status lahan kita sudah clear. Wilayahnya di Purworejo. Pintu masuknya ada dua ada di Kulonprogo dan di Purworejo," ungkap Bisma.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulonprogo Joko Mursito sebelumnya mengatakan pembenahan infrastruktur di kawasan Menoreh yang menjadi kawasan strategis pendukung Borobudur yang sudah ditetapkan sebagai KSPN super prioritas menjadi perhatian serius dari Dinpar Kabupaten Kulonprogo.

"Saya kira ini (pembenahan infrastruktur di kawasan Menoreh) ranahnya sudah berada di pusat ya, sehingga kita mendukung dari berbagai sisi sehingga cita-cita kita untuk membangun kawasan penyangga Borobudur," ungkap Joko.

BACA JUGA : Dukung Proyek Borobudur Highland, Pemda DIY Siapkan

Upaya pelebaran jalan dari Pasar Plono menuju ke sisi utara diharapkan mampu memberikan kemudahan akses bagi wisatawan lokal maupun nasional bahkan internasional jika pandemi Covid-19 sudah melonggar untuk menuju ke KSPN Borobudur.

"Mudah-mudahan segera terealisasi dengan membangun jalan dari pasar Plono naik. Akses wisatawan untuk menuju objek wisata di Kulonprogo yang ada di ketinggian seperti Nglinggo Tritis Widosari dan Suroloyo juga akan lebih mudah. Tentu masyarakat sekitarnya juga akan terdampak," tutup Joko.