Penularan Meluas, Positif Covid-19 di Wirobrajan Bertambah Puluhan Kasus

Suasana lingkungan di RT 56 RW 12 Kelurahan Wirobrajan, Senin (10/5). Terlihat akses pintu masuk ke rumah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 ditutup oleh Satgas Covid-19 setempat. - Harian Jogja/Yosef Leon.
11 Mei 2021 13:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO - Sebaran kasus terkonfirmasi positif di RT 56 RW 12, Kelurahan Wirobrajan, Kota Jogja kian meluas. Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja melaporkan, dari hasil pelacakan pihaknya melakukan tes PCR kepada 20 warga yang dinyatakan positif berdasarkan tes rapid antigen dan diperoleh hasil sebanyak 19 positif Covid-19. Kemudian, hasil dari 39 warga yang dilakukan tes rapid antigen, sembilan dinyatakan positif Covid-19.

"Jadi total tambahan ada 19 positif dari PCR dan sembilan antigen dan mereka sekarang isolasi mandiri. Dan hari ini delapan warga kami lakukan tes PCR dan tengah menunggu hasilnya," kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, Selasa (11/5/2021).

BACA JUGA : Bukber hingga Kerokan Bareng, Awal Mula Klaster Covid-19 Muncul di Wirobrajan

Heroe menjelaskan, hasil tersebut diperoleh dari 80 warga yang telah dilakukan pelacakan dari temuan kasus awal. Sementara, dari 19 warga yang positif PCR itu pihaknya juga akan kembali melacak sebaran lain untuk memutus mata rantai penyebaran.

"Ini masih akan kami kembangkan lagi pelacakannya biar bisa benar-benar diblok sebarannya. Karena yang 80 ini kan hasil dari pelacakan yang positif pertama kali, jadi yang tambahan positif 19 orang ini akan kami lacak lagi kontak eratnya," jelas dia.

Di sisi lain, Heroe menyebut bahwa kepada warga yang hasil tes Covid-19 menunjukkan hasil negatif pihaknya juga mengimbau untuk melakukan isolasi mandiri selama lima hari. Setelah itu, Satgas Covid-19 akan melakukan tes Covid-19 ulang untuk melihat efektivitas dan mencegah penyebaran kian meluas.

"Sekarang juga kami minta untuk isolasi kan itu ada sebanyak 30 orang yang negatif antigen dan setelah lima hari baru kami tes PCR lagi. Apakah inkubasinya sudah lewat atau bagaimana," imbuhnya.

Heroe mengakui bahwa penularan di lingkup keluarga sangat sulit untuk diantisipasi. Padahal seperti kasus yang terjadi di Wirobrajan, Satgas RW disebut dia sudah cukup sering mengingatkan masyarakat untuk taat terhadap protokol kesehatan (prokes). Namun, karena lingkungan yang berdekatan dan masih termasuk dalam satu keluarga besar, maka prokes kendur dan penularan tidak bisa dihindarkan.

BACA JUGA : Abai Prokes Jadi Penyebab Penularan Covid-19

"Makanya yang paling aman sekarang ini posisi dimana pun dan kapan pun prokes itu wajib dan harus ditaati," ujarnya.

Perketat Pengawasan

Lurah Wirobrajan, Sri Suwardani mengatakan, saat ini penjagaan dan pengawasan di lingkungan warga yang tertular Covid-19 itu telah diperketat. Mobilitas warga yang akan masuk dan melintas di wilayah itu juga dilarang untuk mengantisipasi sebaran kian meluas.

"Sudah dijaga dengan Satgas Covid-19 RW setempat dan Satgas Covid-19 kelurahan. Kami berharap juga mendapat bantuan dari Sat Pol PP untuk pengawasan karena jumlah kan terbatas," katanya.

Sri mengungkapkan bahwa, Satgas PPKM Mikro setempat juga bakal memperketat pemantauan di wilayah lainnya. Sebab, sebagian besar lingkungan di daerah itu memang kawasan padat penduduk yang cukup rentan dan berpotensi untuk tertular Covid-19.

"Prokes kami ingatkan terus agar diimbau, jangan sampai semakin meluas dan sampai penularannya ke daerah lain," ujarnya.