Sumur Warga Mengering, Gading Playen Mulai Dapat Bantuan Air
Warga Gading V, Playen, Gunungkidul mulai kesulitan air bersih karena sumur mengering akibat kemarau panjang.
Ilustrasi PNS/JIBI
Harianjogja.com, WONOSARI – Forum Guru Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul memprotes terkait rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) guru. Protes dilayangkan dengan memberikan surat tertulis ke bupati terkait dengan pelaksanaan mulai dari formasi hingga belum meratannya lowongan di setiap sekolah.
Ketua FHSN Gunungkidul, Aris Wijayanto mengatakan, surat terkait dengan keluhan penyelenggaraan rekrutmen P3K guru sudah diberikan ke bupati dua minggu yang lalu. Ia berharap catatan-catatan penyelenggaraan di tahun ini dijadikan bahan evaluasi sehingga pelaksanaan di tahun-tahun berikutnya bisa lebih baik lagi.
BACA JUGA : Soal Guru Honorer, Sleman Tunggu Kepastian Formasi PPPK
“Proses sudah berjalan sehingga tidak mungkin diubah. Tapi, catatan kami bisa jadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik,” katanya, Minggu (25/7/2021).
Menurut dia, protes yang dilayangkan merupakan bentuk kepedulian terhadap rekan-rekan seperjuangan. “Kasihan teman-teman karena bukan pencari pekerja, tapi benar-benar orang yang sudah bekerja dan perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.
Aris menuturkan beberapa temuan di lapangan terkait dengan penyelenggaraa terlihat masih minimnya lowongan guru pendidikan agama Islam yang tersedia. Sedangkan dari kebutuhan, hampir setiap sekolah membutuhkan guru mata pelajaran ini.
Selain itu, ada juga permasalah terkait dengan persyaratan ijazah. Sedikitnya ada 45 honorer tidak bisa mendaftar karena ijazah yang dimiliki belum keluar dari universitas tempat menempuh pendidikan S-1. “Sudah ada surat keterangan lulus, tapi di persyaratan harus ijazah. Jadi, ini bisa menjadi kendala,” katanya.
Adapun temuan lainnya, formasi yang tersedia saat ini belum sesuai dengan kondisi di lapangan. Banyak sekolah yang tidak mendapatkan jatah formasi, tapi di sisi lain malah ada yang kelebihan kuota. “Contohnya ada seklolah yang diregruping malah tetap mendapatkan formasi. Sedangkan lainnya ada yang tidak dapat,” katanya.
BACA JUGA : Guru Honorer Gunungkidul Berharap Kuota Khusus P3K
Aris pun berharap ke depannya, dalam proses rekrutmen ada lowongan bagi operator sekolah. Menurut dia, tenaga administrasi ini tidak kalah penting dengan guru karena berperan dalam keberlangsungan operasional sekolah.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Tijan mengatakan, sudah menerima sejumlah keluhan yang disampaikan oleh forum guru honorer. Meski demikian, tidak bisa diakomodasi karena proses sudah berjalan.
Sebagai contoh untuk permasalahan ijazah bagi 45 guru honorer yang belum keluar meski sudah dinyatakan lulus S-1, Tijan hanya berharap kepada universitas tempat belajar untuk bisa mengeluarkan sehingga bisa jadi syarat pendaftaran. “Syaratnya memang harus ijazah untuk mendaftar dan bukan yang lain,” katanya.
Hal yang sama juga berkaitan dengan P3K untuk operator sekolah. Menurut dia, lowongan belum bisa dibuka karena Pemerintah Pusat hanya membuka rekrutmen untuk tenaga pendidik dan bukan yang lain. “Jadi belum bisa diusulkan ada P3K operator. Tapi, mudah-mudahan ke depannya bisa dibuka lowongan ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Gading V, Playen, Gunungkidul mulai kesulitan air bersih karena sumur mengering akibat kemarau panjang.
Jadwal KA Bandara YIA, Selasa, 13 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 13 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 12 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa, 13 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Serikat pekerja Gunungkidul meminta survei Kebutuhan Hidup Layak kembali dilakukan sebagai bahan pertimbangan penetapan UMK 2027.