Pariwisata DIY Siapkan Strategi Pembukaan

Petugas jaga mengimbau dan meminta calon pengunjung putar balik pada saat akan masuk ke TPR Wediombo di Kalurahan Jepitu, Girisubo. Minggu (15/8/2021). - Ist/dok SAR Satlinmas Wilayah I DIY
19 Agustus 2021 17:17 WIB Sunartono, Herlambang Jati Kusumo, & Budi Cahyana Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY bersama sejumlah pemangku kepentingan menyiapkan strategi pembukaan pariwisata DIY. Syaratnya, level PPKM di provinsi ini turun dan vaksinasi terus berjalan.

Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) DIY Miyono mengatakan  dalam beberapa waktu terakhir usaha-usaha masyarakat sudah mulai berjalan. Jika level PPKM di DIY bisa turun ke level 3, ia meyakini aktivitas ekonomi akan kembali bergerak.

“Objek wisata dan mal yang saat ini belum buka tentu akan buka. Namun, prokes tetap harus jadi perhatian utama,” kata Miyono, Rabu (18/8).

Komite Tetap Organisasi dan Keanggotaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY Y. Sri Susilo mengatakan sejumlah usaha masyarakat sudah mulai bergerak.

“Lebih baik dibanding awal Juli dulu saat PPKM Darurat. Contoh sederhana, pedagang angkringan sudah mulai berjualan kembali. Masyarakat mulai keluar lagi, tentu menjadi harapan. Hal terpenting menjaga protokol kesehatan, tidak hanya para pedagang pelaku usaha, tetapi juga masyarakat secara umum,” ujarnya.

Pemda DIY menilai pemberlakuan PPKM Level 4 mampu menurunkan angka Covid-19. Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan meski PPKM Level 4 berdampak terhadap penurunan kasus harian Covid-19, bukan berarti penurunan level PPKM serta merta terwujud.

“Karena penilaian berbasis wilayah kabupaten kota, dengan indikator tidak hanya jumlah kasus,” katanya.

Pemerintah Pusat menyamakan wilayah aglomerasi antarprovinsi dengan mobilitas tinggi pada level PPKM yang sama. Sementara, DIY berbatasan dengan Magelang dan Klaten yang sama-sama berada di level 4.

“PPKM berkontribusi besar terhadap kasus aktif di daerah dan ini masih bisa dioptimalkan,” ujar Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji.

Sejak PPKM darurat sampai dengan PPKM Level 4, Satpol PP DIY telah menutup paksa 824 tempat usaha dan membubarkan 1.263 titik kerumunan. Upaya itu dilakukan untuk menekan risiko penyebaran Covid.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan saat PPKM Level 4 ini sudah mulai ada pelonggaran, sehingga jumlah pelanggar mulai menurun.

“Kalau dulu [PPKM Darurat] dalam sehari jumlah pelanggar bisa 100 lebih, tetapi saat ini [PPKM Level 4] rata-rata 10 pelanggaran per hari,” kata dia.
Hingga Rabu kemarin, kasus aktif Covid-19 di DIY sebanyak 22.729. Sementara, penambahan kasus harian sebanyak 634 kasus dengan positivity rate 18,78%. Secara total, sudah tercatat 140.900 kasus positif Covid-19. Di sisi lain, pasien  yang sembuh kemarin mencapai 2.311 kasus, sehingga total pasien sembuh menjadi 113.768. Adapun penambahan pasien meninggal sebanyak 33 kasus.

“Sehingga total kasus meninggal menjadi 4.403 kasus,” ujar Kabag Humas Biro UHP Setda DIY Ditya Nanaryo Aji.

 Turunnya kasus harian yang dibarengi laju vaksinasi mendorong optimisme para pelaku wisata. Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan vaksinasi terus digenjot untuk memenuhi kekebalan komunitas. Vaksinasi di sektor wisata telah mencapai 20 titik, menggunakan destinasi wisata sebagai venue vaksinasi. Program itu sekaligus untuk kampanye dan menarik minat vaksinasi yang tadinya takut vaksinasi kemudian menjadi semangat karena bisa dilakukan sembari berwisata.

“Kami sudah melakukan vaksinasi di tempat wisata ini di Ngingrong [Gunungkidul] Obelix [Sleman], Tebing Breksi [Sleman], Mangunan [Bantul] dan lain-lain,” kata Singgih dalam FGD Strategi Menghidupan Pariwisata DIY di Masa Pandemi yang digelar Harian Jogja, Rabu.

Singgih mengatakan vaksinasi merupakan kesiapan utama sektor wisata agar SDM-nya sehat dan aman dari penularan Covid-19. Penerapan protokol kesehatan diperketat, seperti penyediaan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan kewajiban semua yang masuk ke objek wisata untuk memakai masker, apabila perlu masker dobel.

“Kalau DIY untuk dosis pertama kan sudah 46 persen, kalau dosis kedua itu 16 persen, ini terus digenjot. Saat vaksinasi ini sudah mencapai 70 persen atau di atas 70 persen dari jumlah sasaran sebanyak 2,8 juta penduduk, maka pelaku wisata sudah siap,” katanya.

Singgih Raharjo mengatakan pemberlakuan PPKM melumpuhkan pariwisata DIY. Padahal, penopang perekonomian DIY terbesar adalah pariwisata dan pendidikan. “Ini pukulan sangat telak selama pandemi. Pariwisata saling berkait dan tidak berdiri sendiri. Dari transportasi, peternakan, perikanan, pertanian, tenaga kerja, hingga UMKM tergabung dalam ekosistem pariwisata,” katanya.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo menyatakan hotel dan resto di DIY telah memenuhi berbagai standar pencegahan Covid-19 sehingga sudah sangat siap saat pariwisata dibuka kapan saja akan siap. PHRI DIY mencatat sebanyak 73 hotel dan restoran di DIY tutup permanen karena tidak sanggup bertahan menghadapi pandemi Covid-19. Pemberlakukan PPKM selama sebulan lebih semakin memperparah kondisi tersebut sehingga banyak hotel memilih tutup sementara hingga permanen.

“Tetapi kami masih ada semangat karena kami dari awal menekankan guyub bersama, jangan sampai down, stres, tidak punya semangat. Kami masih punya harapan, harus bertahan dengan efisiensi yang ada. Staycation bagian dari strategi kami, dulu waktu Pemda DIY meminta agar teman stay di hotel, ini sangat terbantu. Dari kita target 10 persen bisa 7%. Tanpa ada bantuan seperti itu saya yakin dari dulu sudah mati,” katanya.

Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Borobudur (BOB), Agus Rochiyardi, mengatakan strategi penurunan level PPKM perlu diimbangi dengan persiapan destinasi wisata sebelum objek wisaya dibuka lagi. BOB akan memberikan sejumlah pelatihan untuk kesiapan destinasi terutama desa wisata, seperti memberikan pemahaman terkait tentang pergeseran penanganan wisata karena adanya pandemi Covid-19 dan menyiapkan sejumlah program wisata staycation.

“Kami menyosialisasikan sejumlah destinasi wisata di Joglosemar agar dikenal masyarakat, ini bagian dari persiapan kami. Karena saat ini terjadi pergeseran dari wisatawan mancanegara menjadi domestik. Jangan lupa domestik ada 10 juta orang lebih biasanya wisata ke luar negeri sekarang kita tarik untuk berwisata di dalam negeri saja,” ucapnya.