SIM Gunungkidul September 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, SIM Keliling, Saturday Night Service, dan syarat perpanjangan.
Foto tangkapan layar pelatihan digital marketing bagi UMKM di Bantul yang digelar secara daring menggunakan zoom meeting, Rabu (18/8/2021)./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi sektor pariwisata dan sektor pendukung lainnya. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini bergantung pada dunia pariwisata tak luput menjadi sektor yang ikut terdampak, salah satunya UMKM kerajinan batik kayu Sanggar Punokawan di Dusun Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan. Saat ini jumlah sanggar semakin menurun, dari sebelumnya 40 sanggar yang aktif kini hanya bertahan 10 sanggar.
Meski demikian, upaya untuk bangkit terus dilakukan. Para perajin berupaya beradaptasi dengan pandemi yang masih terjadi. Jika sebelumnya para perajin hanya mengadalkan pemasaran secara langsung, yakni saat wisatawan datang ke Krebet, saat ini perajin mulai beradaptasi dengan memanfaatkan pemasaran online.
Untuk membantu para perajin khususnya dalam pemasaran online atau digital marketing, Tim Pengabdian Masyarakat UPN Veteran Yogyakarta menggelar Pelatihan Digital Marketing bagi UMKM di Bantul secara daring menggunakan zoom meeting, Rabu (18/8/2021). Pelatihan menghadirkan praktisi di bidang teknologi informasi, Andika Bayu Saputra.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UPN Veteran Yogyakarta, Sujatmika mengatakan pelatihan ini bertujuan agar para perajin batik kayu, pelaku usaha wisata, dan pelaku industri ekonomi kreatif di Desa Wisata Krebet tidak hanya menguasai teknologi informasi, tetapi juga strategi pemasaran. Hal ini dilakukan agar para perajin dan pelaku usaha wisata bisa memanfaatkan teknologi informasi sekaligus memanfaatkannya untuk pengembangan produk.
“Selain itu, di masa pandemi Covid-19 ini, wisatawan yang berkunjung ke dibatasi dan harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Oleh karena itu, para perajin, pelaku usaha wisata dan industri ekonomi kreatif harus terus beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada untuk pemasaran,” kata Sujatmiko, Rabu.
Andika Bayu Saputra dalam paparannya menyatakan di tengah pandemi Covid-19, ada pergerakan di bidang pemasaran dari pemasaran konvensional menjadi digital. Karena tak bisa bertatap muka secara langsung, perajin dan pelaku industri kreatif bisa memanfaatkan media sosial seperti website, Whatsapp, Instagram, Facebook, Youtube, Tiktok, dan media sosial lainnya. “Pelaku usaha harus mampu beradaptasi, bagaimana bisnis dan produknya dapat dikenal secara luas sehingga dapat menarik konsumen untuk pembelian produk yang ditawarkan,” kata Sujatmiko.
Beberapa perajin batik kayu Sanggar Punokawan menyatakan saat ini mereka mulai memanfaatkan media sosial untuk pemasaran. Meski demikian, mereka tetap berharap adanya perhatian dan pendampingan demi keberlangsungan dan pertumbuhan UMKM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, SIM Keliling, Saturday Night Service, dan syarat perpanjangan.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. BYD dan Jaecoo masuk 10 besar produsen dengan produksi terbesar.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 5 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Bapanas memastikan stok beras premium dan medium di pasar tradisional tersedia. Harga beras premium tercatat Rp14.200 per kg.