Advertisement
Perbaikan Jalur di Perbatasan Semin Masih Butuh Rp14 Miliar

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kerusakan jalan di jalur perbatasan Semin-Sukoharjo, Jawa Tengah mulai diperbaiki tahun ini. Meski demikian, proses perbaikan belum bisa selesai sepenuhnya karena masih ada ruas sepanjang 1,9 kilometer yang belum dikerjakan.
Total jalur yang rusak di ruas Pandanan-Candirejo, Semin sepanjang 3,4 kilometer. Namun yang dikerjakan di tahun ini sepanjang 1,5 kilometer dengan biaya Rp8,3 miliar. Adapun sisa kerusakan sepanjang 1,9 kilometer baru akan diperbaiki di tahun depan.
Advertisement
Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Bidang Bina Marga, DPUP-ESDM DIY, Andi Kurniawan Dharma mengatakan, jalan rusak di perbatasan Semin tepatnya di ruas Pandanan-Candirejo mulai diperbaiki di tahun ini. Namun, belum keseluruhan ruas dapat diperbaiki karena laokasi baru menyasar perbaikan sepanjang 1,5 kilometer. “Ini sudah mulai pengerjaan,” kata Andi, Kamis (19/8/2021).
Baca juga: Lindungi Makanan Jogja, Mahasiswa UII Ciptakan Inovasi Sensor Tingkat Kepedasan
Ia mengakui sudah mempersiapkan proses perbaikan lanjutan untuk meyelesaikan ruas jalan yang rusak. Hasil dari kajian yang dilakukan, ruas sepanjang 1,9 kilometer ini membutuhkan biaya sekitar Rp14 miliar.
Rencananya kelanjutan pembangunan ini dilakukan di tahun depan. Meski demikian, sambung Andi, kepastian juga sangat bergantung dengan persetujuan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DIY.
“Sudah kami usulan diperbaiki di 2022, tapi masih dalam pembahasan TAPD,” katanya.
Baca juga: Pemkab Sleman Siapkan Skenario Mal Beroperasi secara Terbatas
Andi menambahkan, perbaikan di ruas ini dilakukan dengan model cor benton atau sama dengan pebaikan jalan di wilayah Jawa Tengah. Pembuatan cor beton dilakukan karena kondisi tanah di sepanjang jalan yang labil. Di sisi lain, di jalur perbatasan ini juga sering dilalui tronton penuh dengan muatan sehingga jalanan mudah sekali terjadi kerusakan.
“Di dalam pengerjaan juga dibuat saluran drainanse agar air hujan tidak masuk ke jalan agar bisa lebih awet,” katanya.
Kepala Seksi Pemeliharaan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan berkaitan dengan perbaikan jalan di perbatasan Semin. Hal ini dikarenakan status jalan merupakan milik provinsi sehingga perbaikan sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah DIY.
“Disesuaikan dengan statusnya. Jika jalan kabupaten maka perbaikan menjadi tanggungan kabupaten, tapi kalau jalan provinsi maka jadi kewenagan Pemerintah DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Pembangunan Sekolah Rakyat Ditargetkan Rampung Sebanyak 135 Lokasi pada 2026
Advertisement

Jembatan Kaca Seruni Point Perkuat Daya Tarik Wisata di Kawasan Bromo
Advertisement
Berita Populer
- Pembangunan Jalan Alternatif Sleman-Gunungkidul Segmen B Segera Dimulai, Pagu Rp73 Miliar
- Luncurkan SPPG di Tridadi Sleman, Menko Muhaimin Ungkap Efek Berantai Bagi Masyarakat
- Produk UMKM Kota Jogja Diminati Peserta Munas VII APEKSI 2025
- Investasi di Sektor Utara Gunungkidul Bakal Digenjot
- Polisi Menangkap Tiga Pelaku Penganiayaan Ojol Pengantar Makanan di Pintu Masuk UGM
Advertisement