Pembelajaran Tatap Muka di Kulonprogo Tinggal Tunggu Lampu Hijau Bupati

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
17 September 2021 06:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo menyatakan pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayah bumi binangun masih menunggu nota dinas persetujuan dari Bupati Kulonprogo. Mayoritas sekolah di Kulonprogo dinyatakan telah siap mengadakan PTM.

Sekretaris Disdikpora Kulonprogo, Eko Teguh Santoso mengatakan jawatannya saat ini tengah membuat nota dinas yang isinya berasal dari hasil rapat yang dilakukan Disdikpora Kulonprogo dengan gugus tugas penanganan Covid-19 Kulonprogo.

"Kami targetkan administrasinya beres dan protokol pencegahan penularan Covid-19 betul-betul siap dilaksanakan oleh masing-masing sekolah. Kalau jawaban nota dinas dari Bupati sudah keluar, kami juga akan membuat surat edaran (SE) dari kepala dinas tentang pelaksanaan PTM," kata Eko pada Kamis (16/9/2021).

Eko menilai jika sekolah di Kulonprogo dari jenjang SMP, SD, sampai dengan level taman kanak-kanak sudah mampu melaksanakan PTM secara maksimal. Sekolah juga dinilai telah mampu menghadirkan sarana maupun prasarana penunjang protokol pencegahan penularan Covid-19.

"Instruksi gubernur [Ingub] tentang pembelajaran tatap muka juga sudah keluar. Sehingga, bisa dijadikan referensi oleh Bupati Kulonprogo terkait dengan PTM. Mayoritas sekolah sudah siap dalam menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19," ujar Eko.

Baca juga: Pokdarwis Mengaku Tak Diajak Koordinasi oleh Litto

Langkah Pemkab Kulonprogo terkait dengan realisasi PTM dinilai lamban. Hal tersebut disampaikan salah satu anggota dewan Kulonprogo dari fraksi PDIP. DPRD Kabupaten Kulonprogo menilai jika Pemkab Kulonprogo lamban dalam menerapkan sistem pembelajaran tatap muka (PTM). Hak anak dalam mendapatkan pendidikan menjadi terganggu imbas penerapan PTM yang tak kunjung direalisasikan.

Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo Istana menyampaikan pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan di rumah masing-masing siswa tidak sedikit menimbulkan kendala bagi orang tua. Orang tua diminta untuk mendampingi anak. Di saat bersamaan, orang tua juga harus memikirkan kondisi ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.

"Dinas semestinya melihat kondisi riil di lapangan. Anak-anak sudah tidak bersekolah selama dua tahun sehingga tidak mendapat transformasi ilmu. Transformasi ilmunya menjadi tidak terukur. Anak-anak gagal mendapatkan hak pendidikan," kata Istana.

Politisi PDIP asal Kulonprogo ini menilai jika PTM merupakan upaya yang harus dilakukan oleh Pemkab Kulonprogo. Ia menilai SDM yang unggul berasal dari lini pendidikan yang berkualitas. Terlebih, konstitusi juga mengamanatkan pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Dulu Pemkab minta supaya guru diprioritaskan divaksin. Kemudian, sudah kami lakukan sehingga yang sebelumnya cuma 40 persen sekarang sudah 90 persen guru tervaksin. Anak-anak SMP pun demikian, dari sekitar 15.000 sudah hampir semuanya tervaksin. Fasilitas, sarana dan prasarana juga sudah siap, kenapa tidak segera dimulai," kata Istana.