Jogja Rancang Penerapan PeduliLindungi di Pasar Tradisional, Mana yang Paling Siap?

Wisatawan melakukan pemindaian menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat berwisata di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (17/9/2021). - Harian Jogja/Nina Atmasari
29 September 2021 12:37 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Perdagangan Kota Jogja menyiapkan skema penerapan aplikasi PeduliLindungi di kawasan pusat perekonomian seperti pasar tradisional, toko swalayan, dan lainnya.

Selain mempercepatvaksinasi kepada pelaku ekonomi pasar, Dinas Perdagangan juga tengah memilah pasar mana saja di Kota Jogja yang siap menerapkan aturan itu.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono mengatakan aplikasi PeduliLindungi belakangan mulai dipergunakan di sejumlah fasilitas umum dan juga layanan pemerintah guna mencegah penyebaran Covid-19 meluas. Pasar yang kerap melibatkan aktivitas pengunjung dengan jumlah banyak perlu pula menyiapkan sistem pemindai itu.

"Kami juga melihatbeberapa pasar di daerah lain ada yang sudah pakai aplikasi PeduliLindungi. Jadi sekarang tengah kami siapkan termasuk vaksinasi, jadi jika sewaktu-waktu PeduliLindungi diterapkan kami sudah siap," kata Yunianto, Rabu (29/9/2021).

Dia menjelaskan saat ini Pasar Prawirotaman menjadi yang paling siap untuk menerapkan layanan dan skema pemindai itu. "Apalagi Prawirotaman sebagai pasar sehat dan berstandar SNI, ini kami anggap yang paling siap dalam menerapkan PeduliLindungi ini karena dari sisi kelengkapan memungkinkan. Karena di Jakarta, Solo itu sudah diterapkan," ujarnya.

Namun demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan jika penerapan skema PeduliLindungi juga berlaku di sejumlah pasar lainnya semisal Beringharjo, Kranggan, Pasty, Patuk, Pakuncen. 

"Jadi paling tidak ada beberapa pasar ya karena melihat kondisinya juga seperti akses, kapasitas, prokes dan juga petugas. Itu Beringharjo, Kranggan, Prawirotaman, Pasty, Patuk, dan juga Pasar Pakuncen," tambahnya.

Dengan demikian, sejumlah pelonggaran yang dilakukan pemerintah disebut dia berjalan beriringan dengan penerapan pemindai dan juga protokol kesehatan demi membangkitkan sektor ekonomi. "Di toko modern atau swalayan yang juga menjadi binaan kami itu kelihatannya juga bakal menerapkan terkait dengan PeduliLindungi ini, kita juga dukung karena kan bagus untuk keamanan," imbuhnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Barat, Bintoro, menyampaikan ada kekhawatiran dari pedagang jika sewaktu-waktu PeduliLindungi diterapkan di sejumlah pasar tradisional termasuk Beringharjo. Sistem pemindai ini nantinya bekerja dengan menyaring pengunjung lewat pemindaian QR code yang disediakan sehingga terlihat jelas identitas kesehatan dan kondisi pengunjung dengan warna tertentu.

Bintoro berpendapat kebijakan ini tentunya bakal berdampak pada kunjungan ke pasar tradisional. Apalagi, tidak semua pengunjung punya fasilitas dan bisa mengakses aplikasi PeduliLindungi tersebut sehingga aturan ini menurutnya perlu dikaji secara matang dengan mempertimbangkan keamanan dan juga kondisi para pedagang pasar tradisional.

"Pasar tradisional ini kan kebanyakan orang yang datang juga tidak hanya dari kota saja tapi kan yang dari desa juga banyak, artinya apakah semua sudah punya fasilitas untuk scan barcode itu, sehingga untuk aplikasi itu mungkin diterapkan juga bisa tapi dengan catatan apakah nanti pasar bisa ramai atau tidak, takutnya kan nanti banyak pendatang yang tidak bisa, jadi tidak belanja karena dilarang masuk," katanya.

Selain itu, sejumlah pedagang di kawasan tersebut apalagi di pasar tradisional rerata juga merupakan warga lanjut usia. Menurut Bintoro, penerapan aplikasi PeduliLindungi sangat tidak efektif jika diterapkan dengan kondisi seperti itu. 

"Di sini hampir semua pedagang sudah divaksin dan mungkin sudah 80 persen ada. Kami juga ya tidak tahu, apakah aplikasi PeduliLindungi itu lebih penting dari pada orang yang divaksin. Apalagi sekarang yang jualan di Beringharjo kan juga banyak yang tua dan apakah itu bisa diterapkan untuk mereka itu," ungkap Bintoro.