Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kabut tebal terlihat di puncak Gunung Merapi dari kawasan Klangon, Glagaharjo, Sleman, Kamis (23/9/2021)./Harian Jogja-Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Meski sudah lebih tenang dibandingkan beberapa bulan lalu, erupsi Gunung Merapi masih terus terjadi. Pada Sennin (4/10/2021), pada periode pengamatan pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, teramati sejumlah guguran lava dan aktivitas kegempaan.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan pada periode pengamatan tersebut terjadi tiga kali guguran lava. “Dengan jarak luncur maksimal 1 kilometer (km) ke arah barat daya,” ujarnya.
BACA JUGA: Pembuat Kartun Nabi Muhamad Tewas dalam Tabrakan
Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas dengan kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dengan ketinggian maksimal mencapai 100 meter di atas puncak kawah.
Di sekitar gunung cuaca teramati berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. suhu udara berkisar 14-21 derajat celcius, kelembaban udara berkisar 78-93% dan tekanan udara berkisar 654-719 mmHg.
Pada aktivitas kegempaan, terjadi 79 gempa guguran, 10 gempa hembusan, satu gempa low frekuensi dan 73 gempa fase banyak. Dengan tingkat aktivitas ini, maka status Gunung Merapi sampai saat ini masih Siaga.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Kali Putih.
Lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.
5 peluang kerja freelance bergaji dolar yang bisa dikerjakan dari rumah, mulai content writer hingga desainer grafis.
Janice Tjen hadapi Caijsa Wilda Hennemann di babak pertama WTA 250 Rabat 2026 dengan status unggulan pertama turnamen.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.