56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Martono salah seorang petani di Dusun Pengkol, Jatiayu, Karangmojo sedang memanen ubi kayu di lahan yang dimiliki, Rabu (5/8/2020). /Harian Jogja-David Kurniawan\n
Harianjogja.com, NGLIPAR – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mencatat panen hasil paen singkong mencapai 827.669 ton. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan dengan target panen di 2021 sebesar 832.000 ton.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, luas tanam singkong mencapai 44.025 hektare. Ditargetkan dengan luas lahan tersebut mampu menghasilkan panen sebesar 832.000 ton. Meski demikian, berdasarkan perhitungan yang dilakukan panen singkong di tahun ini sedikit meleset dari target. Pasalnya, ada selisih sekitar 4.331 ton antara target dengan realisasi panen. “Ternyata kurang dari target karena secara akumulasi panennya hanya mencapai 827.669 ton,” kata Raharjo, Rabu (27/10/2021).
BACA JUGA : Petani Gunungkidul Panen Raya Singkong, Produksi Ditarget
Dia menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan panen sedikit meleset. Salah satunya area tanam yang semakin menyempit dikarenakan perluasan penanaman jagung dengan monokultur oleh petani. Kondisi ini pun berpengaruh terhadap singkong yang tidak ditanam.
Adapun faktor lain yang menyebabkan hasil panen singkong menurun juga dipengaruhi karena jarak tanam batang semakin melebar. Raharjo mengungkapkan, di 2020 lahan seluas satu hektare bisa ditanami 3.500 batang singkong. Sedangkan di tahun ini yang ditanam hanya sekitar 2.500 batang per hektare.
Pengaruh jarak tanam yang semakin lebar dapat dilihat pada saat proses pengubinan hasil panen singkong mencapai 18,8 ton per hektare. Jumlah ini menurun dibandingkan hasil pengubinan panen di 2020 yang mencapai 22 ton per hektare.
Meski ada penurunan, Raharjo mengaku senang karena produktivitas singkong masih bagus. Selain itu, dari sisi harga juga relative stabil, per kilonya singkong basah dihargai Rp1.200. Sedangkan untuk gaplek dijual Rp2.500 perkilonya.
BACA JUGA : Petani Berharap Harga Singkong Tidak Anjlok
Petani asal Dusun Sriten, Pilangrejo, Kapanewon Nglipar, Radato mengatakan, hasil panen singkong bagus. Untuk harga, ia mengaku menjual gaplek seharga Rp2.500 per kilogram.
Dia pun berharap kepada pemerintah agar ada program pembinaan. Selama ini, petani hanya mengolah singkong menjadi gaplek lantas dijual. Diharapkan dengan adanya pelatihan, petani bisa terhindar dari anloknya harga saat panen raya karena. “Hingga sekarang belum ada, tapi kami berharap ada pelatihan makanan olahan sehingga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek tanggal, lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, SIM Keliling, Saturday Night Service, dan syarat perpanjangan.
Jadwal layanan SIM Kulonprogo Sabtu 26 September 2026 di MPP dan SIMENOR. Cek lokasi, jam pelayanan, syarat, dan jenis SIM yang dilayani.
Jadwal SIM Sleman Sabtu 26 September 2026 tersedia di MPP Sleman dan SIM Keliling Malam. Cek lokasi, jam, dan syarat lengkapnya.
Jadwal layanan SIM Jogja Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.