Bencana Longsor Masih Mengancam Wilayah Prambanan

Kondisi talud yang longsor merusak rumah warga di RT 4 RW 9 Gedang, Sambirejo, Prambanan, Kamis (11/11/2021) - Dok.BPBD Sleman
11 November 2021 21:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Bencana longsor mulai melanda wilayah perbukitan Prambanan akibat tingginya intensitas hujan yang turun. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah potensi bencana hidrometeorologi.

Carik Sambirejo, Prambanan Mujimin mengatakan hujan yang terus mengguyur wilayah Prambanan sejak Rabu (10/11) berdampak pada dua rumah warga di RT 4 RW 9 Gedang tertimpa material yang longsor. Kedua rumah tersebut, katanya mengalami kerusakan akibat talud yang tidak kuat menahan beban material.

"Kejadiannya tadi (kemarin) pagi. Dua rumah rusak. Ini akibat hujan yang turun sejak kemarin," kata Mujimin, Kamis (11/11/2021).

BACA JUGA: Update Covid-19 DIY 11 November: Positif 34, Terbanyak dari Kulonprogo

Dijelaskan dia, kerusakan akibat longsoran talud tersebut akan segera diperbaiki. Warga bersama relawan kebencanaan sudah mulai membersihkan material dan rumah warga yang rusak akan segera diperbaiki. Tidak dilaporkan adanya korban luka atau meninggal dunia dari peristiwa tersebut. "Kalau taludnya diperbaiki dan rumahnya juga diperbaiki, potensi longsor tidak akan terjadi lagi," katanya.

Masalahnya, lanjut Mujimin, di RT 3 RW 9 juga di dusun yang sama terdapat lima rumah yang perbotensi terkena material longsor. Sebab kelima rumah warga tersebut berada di bawah tebing dengan ketinggian 10-15 meter. "Yang kami khawatirkan itu. Tadi (kemarin) sekitar pukul 14.00 terjadi longsoran kecil-kecil dari tebing," ujarnya.

Untuk menghindarinya, lanjut Mujimin, perlu adanya mitigasi bencana. Pemerintah kalurahan, katanya, sudah berkomunikasi dengan BPBD Sleman untuk melakukan mitigasi bencana di lokasi tersebut. "Ya rencananya tebing itu akan dibuat terasering untuk mengantisipasi agar tebing tidak longsor. Cuma kapan rencananya, saya belum tahu," katanya.

Dijelaskan Mujimin, opsi untuk merelokasi warga di sana tidak bisa dilakukan. Selain belum ada lahannya, hal itu dikarenakan warga sudah lama tinggal di sana. "Jadi opsi mitigasi bencana yang paling mendesak dilakukan saat ini," katanya.

Sehari sebelumnya, Rabu (10/11) di Gayamharjo Prambanan hujan yang turun mengakibatkan tebing di Tirto Gayamharjo juga longsor. Material longsoran sempat menutup akses jalan kampung di Tirto. Tidak dilaporkan korban jiwa maupun kerusakan dalam kejadian namun akses jalan kampung menuju Tomati [kampung Tirto bagian bawah] saat itu hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan meningkatnya curah hujan di wilayah Kabupaten Sleman dalam dua hari terakhir menyebabkan talud longsor dan beberapa pohon tumbang. Longsor terjadi di Dusun Gedang Bawah, Sambirejo, Prambanan.

"Talud longsor berdampak pada 1 KK 4 jiwa dan mengancam 3 rumah yang terdiri dari 3 KK 9 jiwa. Tidak ada korban jiwa," ungkapnya.

Khusus di Prambanan, Makwan menilai potensi bencana longsor baik tanah maupun bebatuan di wilayah perbukitan Prambanan masih bisa terjadi. Hal ini terjadi salah satunya karena struktur tanah di kawasan tersebut. "Sebelumnya kan kemarau, ini berpotensi memunculkan rekahan pada tanah. Ini harus diwaspadai oleh masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan, rekahan tanah yang muncul jika tidak segera dibenahi akan berpotensi menimbulkan longsor ketika kemasukan air hujan. Apalagi hujan turun dengan intensitas tinggi. Untuk mencegah terjadinya bencana, BPBD Sleman menghimbau agar relawan kebencanaan dan masyarakat melakukan pengecekan rekahan tanah di sekitarnya perbukitan.

"Ya hampir semua kalurahan di Prambanan memiliki potensi bencana rawan longsor. Kami sudah meminta warga yang berada di lereng bukti untuk meningkatkan kewaspadaan dan hati-hati. Terutama saat hujan deras," kata Makwan. (Abdul Hamid Razak)