UGM Jadi Kampus dengan Komersialisasi Paten Tertinggi di Indonesia
UGM mencatat 35 komersialisasi paten dengan nilai royalti Rp15 miliar, tertinggi di Indonesia, disusul ITB dan IPB.
Puluhan ojol perempuan saat mengikuti kegiatan Curhat Ojol Perempuan di Kota Jogja, Sabtu (29/1/2022). /Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Driver ojol cewek alias perempuan di Kota Jogja cemas dengan keselamatan mulai dari kekerasan jalanan atau klithih hingga pelecehan seksual. Mereka berharap ada jaminan keamanan dari pihak terkait.
Anggota Komunitas Jogja Ojol Perempuan (Joper) Nanik Dwi Suryani menjelaskan ia biasa mulai bekerja dari jam 10.00 WIB hingga jam 02.00 WIB. Kekhawatiran saat bekerja jelas ada karena hingga malam hari. Akan tetapi harus dilakukan demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam sehari mendapatkan antara Rp200.000 sampai Rp300.000. Ia mengaku bisa membelikan motor anaknya dari hasil menarik ojol.
"Pendapatan sejumlah itu kalau pas ramai, biasanya kadang sampai subuh kalau pas ramai terutama saat ada kedatangan kereta api. Kalau jam 12 mendapatkan penumpang berikutnya terus ramai bisa sampai dinihari, tetapi kalau misalnya jam 12 malam ditunggu kok sepi terus, biasanya saya pulang," katanya di sela-sela Curhat Ojol Perempuan di Kota Jogja, Sabtu (29/1/2022).
Wanita berusia 43 tahun ini mengatakan selama beroperasi sebagai ojol cewek saat malam hari ia belum pernah mendapatkan perlakuan kekerasan maupun bentuk ancaman lain. Kendala utama saat bekerja hanya melawan rasa kantuk. "Kalau kekhawatiran [keamanan] ada tetapi saya niatnya bekerja, selama ini masih aman," ujarnya.
Anggota ojol perempuan lainnya Ari menambahkan kekhawatiran yang muncul dari kalangan ojol perempuan adalah pelecehan seksual. Terutama ketika harus menghadapi penumpang laki-laki. Karena dalam aplikasi tidak bisa menolak jenis kelamin penumpang. Selain itu bentuk kerawanan lainnya adalah kondisi Jogja yang kerap ada kekhawatiran akibat klithih.
"Harapan kami ada advokasi atau sejenisnya untuk memberikan rasa aman. Karena banyak ojol perempuan yang terpaksa bekerja sampai dinihari," katanya.
BACA JUGA:Wisata Jogja: Malioboro Sudah Berubah, Begini Panduan Berbelanja bagi Wisatawan
Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Rini Hapsari siap memberikan advokasi kepada ojol perempuan. Ia meminta kepada aparat terkait untuk lebih meningkatkan patroli di malam hari, karena faktanya banyak warga Jogja yang bekerja di malam hari, salah satunya ojol perempuan.
"Dari hasil curhat mereka sebagian besar bekerja karena memang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Sehingga ada yang rela beroperasi sampai malam, sebenarnya rasa aman itu yang harus diupayakan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM mencatat 35 komersialisasi paten dengan nilai royalti Rp15 miliar, tertinggi di Indonesia, disusul ITB dan IPB.
Gianni Infantino meninjau SUGBK bersama Erick Thohir menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia vs Thailand.
Max Verstappen meraih kemenangan perdana F1 2026 di GP Bahrain yang digelar di Sepang, mengungguli Kimi Antonelli dan Lewis Hamilton.
Jadwal SIM Sleman Oktober 2026 mencakup Satpas, MPP, SIM Keliling Malam, dan SIMMADE. Senin 5 Oktober tersedia di MPP Sleman.
Produksi padi RI mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus 2026, naik 0,07 persen meski menghadapi ancaman El Nino.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.