KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Wisatawan mengantre di Gate Zonasi Malioboro untuk cek suhu dan kode QR pada Minggu (27/12/2020). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja mengkhawatirkan peningkatan wisatawan saat libur Imlek memicu lonjakan kasus Covid-19 di wilayah ini.
Dinas Pariwisata Kota Jogja meminta pelaku wisata di kota tersebut, mulai dari hotel, restoran hingga pengelola objek wisata untuk memperketat penerapan protokol kesehatan saat libur Imlek guna mengantisipasi potensi penularan COVID-19 yang menunjukkan tren peningkatan.
“Dimungkinkan Kota Yogyakarta akan dipadati wisatawan saat libur Imlek. Ini didasarkan pada tingkat reservasi hotel yang mencapai 60 persen,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko di Kota Yogyakarta, Senin (31/1/2022).
Menurut dia, tingkat reservasi hotel yang cukup tinggi di masa libur Imlek di Jogja tersebut perlu dibarengi dengan pengetatan protokol kesehatan untuk tamu yang datang dengan mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, di antaranya memastikan tamu sudah sudah divaksin lengkap.
Bagi rombongan wisatawan yang datang menggunakan bus pariwisata juga tetap diminta melakukan sekrining dokumen kesehatan di Terminal Giwangan meskipun rombongan tersebut menginap di hotel.
“Kebijakan ‘one gate system’ masih tetap berlaku. Jadi, semua rombongan wisatawan yang datang menggunakan bus pariwisata tetap harus melakukan skrining di Terminal Giwangan,” katanya.
Selain itu, Wahyu juga mengingatkan aturan pembatasan kapasitas yang juga perlu dipatuhi sehingga tidak timbul kerumunan khususnya di objek wisata. Sesuai aturan yang berlaku, kapasitas maksimal pengunjung di objek wisata adalah 75 persen.
“Kami sudah meminta pengelola objek wisata untuk melakukan pengawasan dengan ketat. Jika ada kerumunan maka harus segera diurai. Penggunaan masker juga tetap menjadi sebuah kewajiban,” katanya.
Sepanjang 2021, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja mencapai sekitar 1,5 juta orang dari target 1,1 juta wisatawan dengan length of stay sekitar 1,52 hari.
Pada 2022, target kunjungan wisatawan bisa mencapai 1,4 juta orang dengan lama tinggal 1,5 hari.
“Pada tahun lalu, kami juga sempat melakukan survei terkait belanja wisatawan dan rata-rata satu orang menghabiskan Rp1,5 juta saat berkunjung ke Yogyakarta,” katanya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranawa Eryana menyebut semua pelaku usaha hotel dan restoran tetap berkomitmen menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
“Ada atau tidak ada Omicron, kami selalu mengingatkan pelaku usaha untuk tidak lengah karena pandemi masih ada. Jika lengah, maka sama saja bunuh diri karena ekonomi tidak jalan,” katanya.
Ia memastikan seluruh anggota PHRI juga ketat dalam menjalankan protokol kesehatan termasuk memastikan tamu yang menginap tidak terpapar COVID-19. “Jika ada tamu yang positif, maka kami tegas akan menolak mereka menginap. Lebih baik ditunda dulu reservasinya,” katanya.
Sejak kasus COVID-19 di Yogyakarta menunjukkan tren kenaikan, lanjut Deddy, sejumlah tamu memilih menunda reservasi mereka untuk libur Imlek sekitar lima persen dari total reservasi 60-70 persen.
“Bukan dibatalkan, tetapi ditunda kunjungannya hingga kondisi kasus landai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
PSIM Jogja menilai Grup E League Cup 2026/2027 relatif bersahabat dan diuntungkan karena tak perlu menjalani laga tandang di luar DIY.
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.
Komjak menilai konsep kekayaan tak wajar dan harta tak terjelaskan perlu diperjelas dalam RUU Perampasan Aset.
Nusron Wahid absen dari pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus ATR/BPN. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyoroti alasan agenda internal kementerian.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.