Advertisement
Semua Jalan Padat saat Libur Lebaran, Polisi: Jika Stuck, Terpaksa Arus Kami Alihkan
Ilustrasi. - Solopos/Nicolous Irawan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 3,9 juta pemudik diperkirakan bakal menyerbu DIY saat Lebaran 2022. Para pemudik akan didominasi menggunakan kendaraan pribadi. Oleh karena itu aparat kepolisian akan bersiaga untuk mengantisipasi kepadatan yang diperkirakan bakal terjadi di semua ruas jalan di Kota Jogja dan sejumlah jalan utama di DIY.
Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Iwan Saktiadi menjelaskan berdasarkan perkiraan Pemerintah Pusat, DIY akan mendapatkan limpahan sekitar 3,9 pemudik dari total 85,5 juta pemudik seluruh Indonesia. Para pemudik tersebut pasti akan didominasi kendaraan pribadi sehingga harus dipersiapkan untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan.
Advertisement
“Saya fokusnya [kemungkinan terjadi kemacetan] di Kota Jogja, selain itu sepanjang jalur utama seperti arah Solo itu pasti terjadi kepadatan, bahasanya bukan macet ya, tetapi kepadatan. Karena logikanya begini, perkiraannya kan ada 3,9 juta pemudik masuk ke Jogja itu berdasarkan hitungan pemerintah, pasti akan terjadi kepadatan,” katanya, Selasa (19/4/2022).
BACA JUGA: Terminal Giwangan Bakal Dibanjiri Pemudik 30 April Mendatang
Iwan memperkirakan kepadatan arus lalu lintas bakal terjadi di semua ruas jalan di Kota Jogja serta sejumlah ruas jalan utama di wilayah DIY. Kondisi ini nanti sangat dinamis dan tergantung limpahan arus dari Jakarta sebagai sumber dari pergerakan pemudik. Ditlantas Polda DIY bersama lintas sektor sudah menyiapkan sejumlah strategi penanganan dan pemantauan arus mudik.
Ia menggambarkan jika dari simpang Kartasura, Jawa Tengah ke arah selatan menuju Jogja terjadi kepadatan maka arus ini akan memicu volume kendaraan ke arah Jogja semakin meningkat dan selanjutnya terjadi kepadatan. Mengingat pemudik dari Jakarta menuju ke DIY diperkirakan akan banyak melewati pintu tol di Solo.
BACA JUGA: Kalau Ada Kasus Nuthuk Harga di Jogja, Laporkan ke Sini!
Selain itu dia juga akan terus memantau ruas tol Cikampek karena dari kawasan tersebut banjirnya pemudik yang akan menuju ke Jawa Tengah termasuk DIY. Sehingga berbagai rekayasa di jalur wilayah DIY harus disiapkan.
“Prediksi kami puncaknya H-1 atau H-2 yang harus kami antisipasi, tetapi itu dinamis. Artinya DIY mengikuti Jakarta, kita lihat bagaimana Jakarta, karena sumber dari sana. Sehingga [akan dipantau] Cikampek kalau fluktuatif ya itu kita mengikuti ritmenya. Selain itu barometernya adalah Kartasura, simpang tiga KartAsura kalau ke selatan padat, artinya itu yang ke Jogja juga bakal padat,” ucapnya.
Jika terjadi stuck (arus berhenti) maka tidak ada pilihan lain petugas di lapangan akan melakukan pengalihan arus. Ia memastikan ratusan personel lalu lintas akan disiagakan di sebagian besar ruas yang berpotensi terjadi kemacetan. "Kami akan berupaya semaksimal mungkin melakukan penanganan di lapangan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Basarnas Evakuasi Jenazah Pilot Pesawat Pelita Air di Krayan Nunukan
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Pemda DIY Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Tegaskan Transparansi
- Pemkot Jogja Nilai Mayoritas Gedung Pemerintah Tahan Gempa
- Cuaca Ekstrem Terjang Sleman, Rumah Rusak hingga Longsor
- Jogokariyan hingga Kauman Rawan Macet, Ini Antisipasi Dishub Jogja
- Revitalisasi 21 Sekolah di Sleman, Dana Rp10,5 Miliar Dikucurkan
Advertisement
Advertisement







