Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 7 September 2026, Cek Lengkap
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 7 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jadwal lengkap Yogyakarta-Palur dan tarif KRL Rp8.000.
Penyerahan hibah instalasi pemanen air hujan di wilayah rawan krisis air di Gunungkidul. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Instalasi pemanen air hujan atau rain harvester bisa menjadi solusi mengatasi dampak kekeringan. Alumni SMAN 3 Padmanaba melalui lintas angkatan membuat gerakan pembangunan rain harvester di sejumlah tempat di wilayah DIY yang terdampak kekeringan seperti Gunungkidul.
Terbaru, teknologi ini sudah diserahkterimakan di Padukuhan Tekik, Ngloro, Saptosari dan Padukuhan Blimbing, dan Padukuhan Mendak, Girisekar, Panggang. Ketua Panitia Pembuatan Rain Harvester Beatriks W Puntorini menjelaskan melalui gerakan ini kelompoknya ingin menawarkan solusi melalui instalasi pemanen air hujan dalam mengatasi kekeringan di DIY utamanya Gunungkidul.
“Ini merupakan teknologi tepat guna yang bisa menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi krisis air terutama saat musim kemarau. Sehingga kami membagikan instalasi ini di sejumlah titik rawan krisis air,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/4/2022).
Pembuatan instalasi oleh alumni Padmanaba ini dengan melibatkan para ahli sehingga bisa merancang dengan menghasilkan tempat penampungan yang memiliki sejumlah keunggulan. Mulai dari anti ranting dan dedaunan, anti sedimentasi dan anti binatang pengerat. Selain itu teknologi ini juga dilengkapi dengan pencegahan air hujan awal yang cenderung asam.
Baca juga: Marak! Peredaran Pil Koplo di Gunungkidul Pakai Media Sosial
“Di samping itu, karena air hujan ini sudah dipanen sebelum sampai ke tanah, maka sangat kecil kemungkinan tercemar bakteri Escherichia coli atau E. coli yang biasanya didapat dari rembesan septic tank sebagai sumber pencemaran. Sehingga hasil panenan air ini benar-benar bersih,” katanya.
Ia mengatakan, pembuatan instalasi pemanen air hujan dengan tiga buah toren diperkirakan menghabiskan dana kurang lebih Rp20 juta per unit. Sehingga, keseluruhan bantuan di tiga padukuhan ini mencapai Rp60 juta. Tiga kalurahan yang mendapatkan hibah meliputi Padukuhan Blimbing, Girisekar, Panggang; Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar, Panggang; dan Padukuhan Tekik, Kalurahan Ngloro, Kapanewon Saptosari.
“Harapan kami Rain Harvester ini akan menjadi program stimulan Kabupaten Gunungkidul dan tempat lain di DIY yang berkelanjutan dalam rangka mengurangi atau bahkan menuntaskan permasalahan kekeringan,” katanya.
Hibah instalasi pemanen air hujan diberikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Gunungkidul, Irawan Sujatmiko dan Direktur PDAM Toto Sugiyarto di Balai Padukuhan Blimbing, Girisekar, Panggang pada Senin (18/4/2021) lalu. “Kami berharap instalasi pemanen air hujan ini dapat diterapkan juga di wilayah lain,” kata Irawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 7 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jadwal lengkap Yogyakarta-Palur dan tarif KRL Rp8.000.
Atta Halilintar membantah foto viral bersama Mercedes Roa sebagai hasil editan AI. Mercedes dan Aurel Hermansyah juga memberikan klarifikasi.
PSS Sleman kalah dari Bali United pada laga perdana. Pieter Huistra berharap PSS Fans kembali memberi energi saat menjamu Madura United.
Harga iPhone Duo di Malaysia dan Singapura mulai Rp40 jutaan. Simak harga tiap kapasitas, jadwal pre-order, spesifikasi, dan aturan IMEI.
Alumni pondok pesantren di Sleman melaporkan dugaan kekerasan seksual yang terjadi dua kali. Polisi kini masih menyelidiki laporan tersebut.
Mercedes mengajukan teknologi mobil yang bisa mengapung dan bergerak di air. Rodanya menjadi penggerak, dilengkapi sensor, GPS, dan pelampung.