Advertisement

ISI Pamerkan Karya Seni Kreatif Lewat NFT

Sunartono
Selasa, 31 Mei 2022 - 10:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
ISI Pamerkan Karya Seni Kreatif Lewat NFT Pengunjung melihat salah satu layar pameran seni lewat NFT, Senin (30/5/2022). - Ist.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Ratusan karya seni kreatif internasional dipamerkan di Galeri Katamsi Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja pada Senin (30/5/2022) hingga Rabu (15/5/2022) mendatang. Menariknya sebagian dari seniman juga menampilkan beragam karyanya lewat non fungible token (NFT).

Kurator Pameran Seni Kreatif Internasional Mikke Susanto menjelaskan total ada 250 karya seni yang dipamerkan baik di luar dan dalam ruangan hingga di dunia Maya lewat NFT. Tercatat ada lima seniman yang memamerkan karyanya lewat NFT, masing-masing ada tiga sampai lima karya.

"Tidak hanya sebatas pada karya seni rupa tetapi berbagai karya maka kami menyebut dengan karya kreatif ada film dokumenter, kemudian karya buku, ada karya yang tidak konvensional sifatnya, seperti lewat NFT. Kemudian untuk pameran virtual 360 bisa mengakses di www.pameranfsr.isi.ac.id ini juga menarik,"katanya Selasa (31/5/2022).

Ia menambahkan ada lima layar digital dalam satu ruangan yang dikhususkan untuk pameran melalui NFT. Pengunjung bisa melakukan scan barcode pada layar tersebut menggunakan ponselnya sehingga dengan mudah dapat menikmati karya setiap seniman.

"Setelah scan tinggal masuk ke wilayah di mana karya itu dipasarkan atau dipamerkan pada laman yang mereka tentukan. Jadi sesungguhnya pameran ini sudah multi ruang, tidak indoor atau outdoor tetapi juga secara digital. Termasuk NFT ini tidak ada batas apapun mau dipamerkan di mana saja bisa tetapi disajikan dalam frame Dies Natalis ISI," ujarnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Akhir Mei: Potensi Hujan Terjadi di Wilayah Ini...

Ketua Panitia Dies Natalis ke-38 ISI Jogja Martino Dwi Nugroho menambahkan pameran seni dengan melibatkan NFT ini merupakan pertama kali. Sebelumnya memang banyak pameran NFT tetapi tidak secara khusus tentang seni. Saat ini karya seni rupa sudah banyak transformasi ke digital. Hanya saja ISI Jogja tetap mempertahankan warna lokal sehingga mahasiswa tetap diberikan tugas untuk membuat karya secara konvensional.

"Untuk mempertahankan agar tetap ada yang konvensional kami melakukannya lewat kurikulum. Sehingga mahasiswa tetap ada karya mahasiswa yang tidak digital, di DKV mahasiswa tetap harus bisa membuat ilustrasi dengan tangan," katanya.

Selain partisipasi yang bersifat internal, pameran itu melibatkan seniman dari dalam dan luar negeri antara lain Thailand Bunditpatanasilpa Institute, Ezsterhazy Karoly Catholic University Eger Hungary, serta seniman dari negara Madagaskar, Korea Selatan, dan Thailand. Karya internal dari peserta internal ISI Jogja berjumlah 161 karya dengan 19 karya yang terdisplay di outdoor. Adapun karya dari mitra perguruan tinggi lain berjumlah 23 karya, serta karya dari mitra luar negeri berjumlah 60 karya, dengan total 244 karya. 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Erick Thohir: Rasio Utang BUMN Turun Jadi 35 Persen

News
| Selasa, 05 Juli 2022, 04:47 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement